Sejarah Eksplorasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Terhadap Laut Dalam

Sejarah Eksplorasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Terhadap Laut Dalam – Masalah kelautan, adalah masalah tentang bagaimana membuat laut sebagai sungai lain yang harus diseberangi manusia. Akan halnya, walau bisa diseberangi bagaikan sungai, laut bukanlah sungai. Ada sisi lain dari samudera di mana sebagian dari kita tidak pernah mencapainya, melaluinya, karena tidak yakin akan rasa aman. Belum masalah laut dalam, bahkan laut dalam yang dekat dengan daratan, dan selalu ramai dilewati kapal-kapal manusia.

Sulit untuk mengeksplorasi kedalaman laut dalam ini karena suasana nya gelap selamanya, sudah pula gelap juga sangat dingin (antara 0 derajat C dan 3 derajat C di bawah 3.000 meter). Sudah pula dingin, juga memiliki tekanan yang bisa menghancurkan tubuh manusia, di bawah tekanan tinggi (15750 psi atau lebih dari 1.000 kali lebih tinggi dari tekanan atmosfer standar di permukaan laut).

Akan halnya, dari zaman batu hingga akhir abad ke-19, orang-orang percaya bahwa laut dalam adalah gurun yang tak bernyawa. Sementara Ilmuwan modern mengenali laut dalam sebagai habitat terbesar di planet ini. Bagi para insinyur lain, lagi, laut dalam adalah potensi, sehingg mereka membuat alat khusus yang dikembangkan untuk menjelajahi lingkungan yang dingin, gelap, dan bertekanan tinggi

Eksplorasi laut dalam adalah upaya multi-disiplin yang mencakup oseanografi, biologi, geografi, arkeologi, dan teknik. Dari sini kita bisa pelajari upaya mengetahui laut dalam sepanjang sejarahnya.

– 1521: Ferdinand Magellan berupaya mengukur kedalaman Samudra Pasifik. Dia menggunakan garis tertimbang 2.400 kaki, sayang dia tidak pernah menyentuh bagian bawah.

– 1818: Sir John Ross menangkap cacing dan ubur-ubur pada kedalaman sekitar 2.000 meter, dia pertama kalinya membuktikan ada kehidupan di laut dalam.

– 1842: Meskipun Ross menemukan adanya kehidupan itu, Edward Forbes mengusulkan Teori Abyssus, yang menyatakan keanekaragaman hayati tidak dapat ada lebih dalam dari 550 meter.

– 1850: Michael Sars membantah Teori Abyssus dengan menemukan ekosistem yang kaya sedalam 800 meter.

– 1872-1876: HMS Challenger, dipimpin oleh Charles Wyville Thomson, melakukan ekspedisi eksplorasi laut dalam pertama. Tim Challenger menemukan banyak spesies baru yang berdaptasi secara unik di dasar laut.

– 1930: William Beebe dan Otis Barton menjadi manusia pertama yang mengunjungi laut dalam. Dalam kapal selam baja, mereka mengamati udang dan ubur-ubur.

– 1934: Otis Barton mencetak rekor penyelaman manusia baru, mencapai 1.370 meter.

– 1956: Jacques-Yves Cousteu dan timnya di atas kapal Calypso merilis film dokumenter panjang berwarna pertama, Le Monde du silence (The Silent World), menunjukkan kepada dunia, akan keindahan dan kehidupan laut dalam.

– 1960: Jacques Piccard dan Don Walsh, dengan kapal laut dalam Trieste, turun ke dasar Challenger Deep di Palung Mariana (10.740 meter / 6,67 mil). Mereka mengamati ikan dan organisme lain.

– 1977: Ekosistem di sekitar lubang hidrotermal ditemukan. Ekosistem ini menggunakan energi kimia, bukan energi matahari.

– 1995: Data radar satelit Geosat dideklasifikasi, memungkinkan pemetaan global dasar laut.

– 2012: James Cameron, dengan kapal Deepsea Challenger, menyelesaikan penyelaman solo pertama ke bagian bawah Deep Challenger.

Ilmu modern memperluas pengetahuan kita tentang geografi dan keanekaragaman hayati laut dalam. Selanjutnya kendaraan eksplorasi Nautilus dan Okeanus terus menemukan spesies baru, mengungkap efek manusia pada lingkungan laut dalam, dan menjelajahi bangkai kapal dan artefak jauh di bawah permukaan laut. Sementara itu Program Pengeboran Samudra Terpadu (IODP) Chikyu menganalisis sedimen dan kerak bumi. Jika anda kurang paham atau ingin tahu Program Pengeboran Samudra Terpadu apa saja, anda bisa mengaksesnya melalui situs untuk mengetahui segala informasi tentang IODP.

[wpspw_post show_full_content=”true”]