Teknologi di Bidang Eksplorasi Laut

Teknologi di Bidang Eksplorasi Laut

Teknologi di Bidang Eksplorasi Laut – Alam merupakan planet samudra mempunyai lebih dari 70 persen permukannya ditutupi oleh air laut. Walaupun ialah bagian berarti dari kehidupan, bagian terdalam dari lautan di bumi sedang belum dijelajahi.

Teknologi di Bidang Eksplorasi Laut

marinescienceandtechnology – Bagi American Museum of Alami History di New York, cuma 10 sampai 15 persen dari dasar laut sudah dipetakan dengan cermat.

Dikutip dari okezone, kondisi investigasi laut berganti dengan kilat, situasi hitam serta bertekanan besar dari daya laut membuat riset tidak bisa jadi dicoba.

Selanjutnya ini merupakan sebagian teknologi yang diperlihatkan dalam demonstrasi American Museum of Alami History yang tujuannya membuktikan pada wisatawan alangkah sekurang- kurangnya yang dikenal hal laut.

Baca juga : Teknologi Informasi untuk Kelautan Indonesia

Fluorescence-Detecting Camera

Salah satu temuan terkini yang dicoba di aspek investigasi laut dalam merupakan proliferasi biofluoresensi di bagian sangat hitam laut.

Alam yang nampak hitam gelap di mata orang sesungguhnya dipadati dengan lebih dari 250 genus ikan bercahaya dalam warna merah, oranye, serta hijau.

Buat mengetahui dampak ini, para periset membuat kamera yang menyortir jauh gelombang sinar khusus semacam yang dicoba mata ikan hiu. Digabungkan dengan sinar biru ciptaan buat tingkatkan warna fluorescent, perlengkapan ini membolehkan para akademikus buat merekam pementasan sinar.

Echosounder, Speaker dan Microphone

Mencermati paus yang berbicara banyak berikan ketahui orang mengenai metode mereka hidup serta berhubungan, namun perihal ini susah dicoba kala sesuatu genus menghabiskan beberapa besar waktunya di laut dalam.

Buat menguping paus catok, para akademikus membiasakan perlengkapan akustik yang mutahir ke dalam kapal selam yang terbuat buat mempelajari area bertekanan besar.

DOR- E dibesarkan oleh akademikus maritim Kelly Benoit- Bird serta timnya di Monterey Bay Aquarium Research Institute. Ini alat transportasi dasar air bebas yang bisa menggapai daya sampai 1970 kaki serta mempunyai energi kuat baterai yang lumayan buat merekam audio laut dalam. Fitur ini dikenal Finding Nemos Dory.

Grippers Lunak

Mengakulasi ilustrasi di dasar laut tidak sesederhana mengakulasi di bumi. Periset tidak bisa berjalan pergi dari submersible buat mengutip moluska dari dasar laut. Salah satunya metode buat mengutip ilustrasi pada daya itu merupakan dengan mesin.

Kala mesin- mesin ini didesain buat menahan titik berat air yang kokoh di dekat, riset bisa selesai sebab hancurnya ilustrasi saat sebelum para akademikus mempunyai peluang buat mempelajarinya.

Grippers lunak merupakan pengganti pintar, dengan arsitektur yang licin, mekanismenya lumayan kokoh buat bertugas pada daya yang menggapai 1000 kaki.

Aquatic Drone

Alat transportasi yang dioperasikan dari jarak jauh( ROV) bisa menjelajahi kantong- kantong laut yang kecil serta sirna yang tidak bisa dijangkau oleh penyelam orang. Teknologi ini kerapkali terbatas pada regu periset sebab perhitungan besar.

Suatu industri terkini bernama OpenROV bermaksud buat membuat drone dasar air lebih gampang diakses oleh pengembara tiap hari.

Pencitraan Satelit

Untuk para akademikus buat memperoleh pemikiran dari dasar laut merupakan dengan mengirimkan perlengkapan ke luar angkasa.

Satelit di jalur bisa berspekulasi pengukuran pucuk serta ngarai yang membuat dasar laut dengan mengucurkan tanda pencari ke arah Alam serta membagi durasi yang dibutuhkan buat bangun kembali.

Walaupun tata cara ini tidak membagikan denah dasar laut yang amat cermat, tata cara ini bisa dipakai buat mengukur daya apalagi di wilayah yang sangat terasing sekalipun.

Baca juga : Teknologi eFishery Mendukung Omset Pengusaha Perikanan

Kawanan Robot yang Mengambang Seperti Plankton

Manusia mesin dasar laut tiba dalam bermacam wujud serta dimensi. Pengembara dasar laut ataupun m- AUEs, yang dibesarkan oleh pakar samudera Scripps Jules Jaffe dimaksudkan buat dikerahkan dalam golongan besar.

Fitur berdimensi kecil ini berperan semacam plankton, terapung- apung di daya lautan serta mengukur aspek semacam temperatur air.

Dengan menekuni pengembara dasar air para akademikus berambisi buat lebih menguasai gimana plankton, penyumbang penting dari zat asam Alam, bertumbuh serta melaksanakan ekspedisi lewat laut.