Mengenal Fry-Counter (Alat Penghitung Benih Ikan)

Mengenal Fry-Counter (Alat Penghitung Benih Ikan)

Mengenal Fry-Counter (Alat Penghitung Benih Ikan) – Tingkatan kecekatan hitungnya menggapai 8 akhir bibit/ det. Beratya juga cuma 4 kilogram, gampang dibawa- bawa untuk beberapa besar pembenih, nyatanya tidak gampang buat membagi antaran bibit ikan ataupun udang yang jumlahnya menggapai ratusan ribu akhir dengan kilat serta cermat.

Mengenal Fry-Counter (Alat Penghitung Benih Ikan)

marinescienceandtechnology – Terlebih bila cara penghitungannya sedang dicoba dengan cara konvensional, ialah dengan metode mencedok bibit memakai perlengkapan penyendok simpel( seragam gayung).

Dikutip dari teknologi-kelautan, Tadinya, para pembenih sudah berspekulasi jumlah bibit yang akan tersendok perlengkapan itu, dengan metode melaksanakan sebagian kali pengumpulan sample. Berikutnya, determinasi hasil hitungan cuma dicoba dengan metode memperbanyak jumlah bibit dalam masing- masing sendokan dengan banyaknya sendokan yang dicoba.

alhasil tidak bingung, bila tingkatan keakuratan dari cara enumerasi ini jadi amat kecil serta durasi yang diperlukan juga jadi relatif lebih lama. Tidak hanya itu, enumerasi benih dengan memakai tata cara konvensional ini pula rawan membuat bibit ikan serta udang, sebab cara kalkulasi umumnya dicoba dengan metode yang agresif.

Baca juga : Teknologi Canggih Penyelamat Laut

Akibat kesimpulannya, mutu bibit yang hingga ke pembudidaya juga jadi menyusut. Sementara itu, mutu, bibit memiliki kedudukan yang amat besar untuk kesuksesan suatu upaya perikanan budidaya.

Dengan latarbelakang itu, Profesor Alat Berhasil, dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Maritim, Institut Pertanian Bogor( FPIK– IPB), menghasilkan suatu alat pencacah( penghitung) bibit yang dipanggil dengan“ Fry Counter.“ Perlengkapan ini dilahirkan buat memudahkan para pembenih ikan dalam membagi benih- benih yang dipesan oleh pembudidaya, alhasil prosesnya bisa lebih kilat serta hasilnya cermat,” ucap Alat yang pula berprofesi selaku Dekan FPIK– IPB.

Lebih Cepat serta Akurat

Ia bercerita, cara invensi perlengkapan pencacah bibit berasal dari pengamatannya pada salah seseorang pembenih ikan patin yang lagi membagi bibit antaran pembudidaya.“ Aku mencermati mereka( pembenih- red) membagi dengar memakai metode buku petunjuk. Mereka cuma mengutip sample saja. Jumlah benihnya juga cuma diperkirakan, alhasil hasilnya bergegas tjauh dari cermat,” tutur Alat.

Sebab itu, ia menganjurkan pembenih berpindah memakai perlengkapan pencacah bibit fry counter, supaya bisa membagi benih- benih yang hendak dipromosikan dengan lebih kilat serta hasil yang lebih cermat.“ Kecekatan hitungan fry counter bisa menggapai 8 akhir bibit/ detik,” ucap Alat. Maksudnya, dalam durasi satu jam, mesin ini bisa membagi bibit ikan hingga 28. 800 akhir, jauh lebih kilat dibanding memakai metode enumerasi konvensional yang, dicoba oleh satu orang daya kegiatan. Ia juga menjamin mesin hasil kreasinya mempunyai tingkatan keakuratan yang amat besar.“ Tingkatan mungkin kekeliruan di dasar 5%.”

Perihal itu dapat terjalin sebab cara kalkulasi bibit dicoba dengan memakai teknologi elektronika modern. Ialah, dengan memakai dorongan pemeriksaan optik optointerruptor. Fry coonterjuga dilengkap dengan microcontrofer yang berperan mengatur semua cara kegiatan dari perlengkapan ini, alhasil kekeliruan kalkulasi bisa ditekan.

Mudah Dioperasikan

Prinsip kegiatan fry counter juga amat simpel. Mesin pencacah yang mendekati timbangan ini dilengkapi dengan media penampung bibit, yang berperan selaku inlet bibit ikan. Saat sebelum bibit dimasukkan, media penampungan wajib terlebih dulu dialiri dengan debit air yang cocok. Tujuannya supaya tidak memunculkan buih hawa pada selang cacahan yang mengarah ke pemeriksaan.

“ Jika sampan terdapat buih, pemeriksaan pula hendak mengetahui serta menghitungnya. Disinilah kemungkina terdapatnya kekeliruan kalkulasi terjalin,” jelas Alat.

Dengan terdapatnya gerakan air, benih- benih ikan yang hendak dihitung hendak masuk ke dalam mesin mengarah selang pencacah dengan jalan yang berbeda- beda.“ Terdapat 8 jalan yang terdapat di dalam mesin. Masing masing jalan dilengkapi dengan perlengkapan pemeriksaan optointerruptor. Sehabis melampaui pemeriksaan, bibit ikan hendak otomatis tercacah serta angkanya hendak tampak pada display yang sudah diadakan. Tiap terdapat bibit ikan yang tercacah, nilai di display hendak lalu meningkat,” rinci Alat menarangkan.

Sehabis itu. ikan hendak pergi lewat lubang outlet serta pembenih cuma bermukim mencermati nilai yang tercetak di display. Nilai maksimum yang bisa tercetak pada display merupakan 99999 akhir buat sekali cara kalkulasi.“ Buat mengawalinya kembali pada nilai 00000 pula cuma 4 kilogram.” Sebab bermacam keunggulan yang terdapat di dalamnya, fry counter masuk dalam 100 katagori inovasi sangat peluang di tahun ini.

Cuma Memerlukan listrik 50– 60 Watt Buat melaksanakan fry counter, para pembenih cuma lumayan sediakan daya listrik yang relatif kecil, ialah sebesar 50– 60 watt saja. Alhasil, bayaran yang dikeluarkan oleh pembenih buat operasional perlengkapan pencacah bibit ini relatif amat enteng, terlebih bila dibanding para pembenih lumayan memencet tombol reset.”

Alat meningkatkan. fry counter yang diciptakannya sanggup membagi bermacam tipe bibit ikan, tercantum bibit udang.“ Bermukim membiasakan garis tengah bibit ikan yang hendak dihitung dengan jarak dampingi sensornya( treknya- red). Pemeriksaan dalam perlengkapan ini terbuat bersumber pada sistem materi, jadi bermukim mengubah materi pemeriksaan yang terdapat di dalam box pemeriksaan.” ucapnya.

Sebaliknya buat membolehkan konsumennya memantau kemampuan fry counter, perlengkapan ini pula dilengkapi dengan buzzer indicator yang berperan buat mengecek kemampuan perlengkapan, terutanna bila terdapat bagian yang tidak berperan dengan bagus. Keunggulan lain, fry counter ini pula relatif enteng, alhasil gampang dipindahpindahkan.“ Perlengkapan ini bertabiat portable. gampang dibawa kemana- mana.

Beratnya pula cuma 4 kilogram.” Sebab bermacam keunggulan yang terdapat di dalamnya, fry counter masuk dalam 100 katagori inovasi sangat peluang di tahun ini. Cuma Memerlukan Ustrik 50– 60 Watt Buat melaksanakan fry counter, para pembenih cuma lumayan sediakan daya listrik yang relatif kecil, ialah sebesar 50– 60 watt saja. Alhasil, bayaran yang dikeluarkan oleh pembenih buat operasional perlengkapan pencacah bibit ini relatif amat enteng, terlebih bila dibanding dengan bayaran yang wajib dikeluarkan oleh pembenih buat mempekerjakan daya kegiatan selaku penghitung bibit.

Tidak hanya dengan memakai daya listrik PLN, fry counter pula sudah disipakan buat bisa digerakkan dengan memakai daya accu( baca: aki) 12 volt. Tidak cuma itu, fry counter pula bisa‘ dibangkitkan’ dengan memakai daya baterai Ni- Cad 12 volt.

Baca juga : Pengembangan Teknologi VR/AR di East Vancouver

Sebaliknya hal harga perlengkapan itu, Alat berterus terang grupnya belum membagi dengan cara rinci berapa bayaran pembuatannya, sebab memanglah belum dipromosikan dengan cara menguntungkan.“ Mungkin dekat Rp 1– 2 jutaan. Memandang khasiatnya, bagi aku ini harga yang lumayan gampang,” Alat berargumen. Murahnya harga perlengkapan pencacah bibit itu tidak bebas dari terus menjadi murahnya harga bagian bagian elektronik pendukung yang terdapat di dalamnya.