Inilah Pemanfaatan Teknologi dan Ilmu Kelautan

Inilah Pemanfaatan Teknologi dan Ilmu Kelautan

Inilah Pemanfaatan Teknologi dan Ilmu Kelautan – Teknologi dan Ilmu kelautan adalah suatu sarana yang dapat membatu dan menjaga laut Indonesia. Oleh karena itu, teknologi dan ilmu kelautan sangat dibutuhkan agar tercipta keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestariannya. Dampak yang diakibatkan oleh pemanfaatan Teknologi dan Ilmu Kelautan harus diperhitungkan juga supaya hewan laut dapat berkembang dengan baik dan laut dapat terjaga. Salah satu pemanfaatan teknologi kelautan yang banyak diminati oleh kaum milenial ialah sebagai berikut ini.

1. Ilmu Kenautikaan.

Ilmu kenautikaan atau lebih dikenal dengan ilmu pelayaran. Ilmu kenautikaan adalah ilmu yang mempelajari tentang pemanfaatan arah angin, cuaca, dan ilmu arah mata angin atau compas. Pemanfaatan ilmu kenautikaan banyak dimanfaatkan oleh nahkoda kapal untuk mencari arah yang benar saat kapal berlayar di laut. Ilmu kenautikaan ini sangat berguna karena dapat mendeteksi adanya badai dan ombak-ombak tinggi yang berada disekitar kapal sehingga kemungkinan kapal tenggelam atau kecelakaan lainnya dapat terhindari. Teknologi ini diperkenalkan dengan sistem sonar.

2. Biotalaut Pendeteksi Tsunami.

Teknologi dan Ilmu Kelautan sangat berpengaruh dengan kelangsungan hidup manusia. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan ilmu kelautan yang mudah dideteksi yaitu makhluk hidup. Makhluk hidup memiliki rasa atau rangsangan untuk mendeteksi bahaya yang akan terjadi, karena sebelum datangnya tsunami biasanya ikan – ikan dan burung – burung memiliki tingkah laku yang aneh tanpa banyak disadari masyarakat sekitar pantai. Burung akan pergi menjauhi laut dan ikan akan berperilaku aneh seperti meloncat loncat kedalam permukaan. Pemanfaatan ilmu kelautan pendeteksi bencana tersebut kini dicontoh oleh teknologi pendeteksi tsunami. Pendeteksi tsunami dapat di deteksi dengan cara memasang pelampung pelampung pendeteksi tsunami di bibir pantai. Alat ini terinspirasi dari perilaku makhluk hidup dilaut, alat ini berguna untuk mendeteksi bencana yang akan terjadi dilaut khususnya tsunami yang sangat membahayakan masyarakat luas. Bahkan tsunami adalah bencana yang dianggap memakan banyak korban dan kerusakan yang sangat parah. Untuk itu pengembangan ilmu pengetahuan untuk mendeteksi adanya tsunami terus dilakukan.

3. Pemanfaatan Laut Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Pemanfaatan ilmu kelautan lainnya adalah pemanfaatan air laut untuk diubah menjadi teknologi uap. Banyaknya wilayah laut di indonesia menjadikan laut sebagai bahan eksploitasi secara besar besaran. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan ilmu kelautan yang satu ini. Cara mengubah air laut ini menjadi uap adalah dengan mencampurkan batu bara sebagai bahan untuk mendidihkan air laut. Karena kandungan elektrolit garam dan panas uap air laut kemudian hal tersebut menghasilkan arus listrik. Sehingga munculah teknologi pemanfaatan ilmu kelautan untuk diubah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang paling terkenal di Indonesia adalah PLTU Paiton yang terletak di wilayah Jawa Timur. PLTU ini sangatlah ramah lingkungan karena tidak menggangu ekosistem yang berada di sekitar PLTU tersebut. Dan PLTU ini menjadi solusi lain untuk membangkitkan listrik selain PLTA yang sedang dikembangkan oleh Perusahaan negara atau PT. PLN.

Pemanfaatan Teknologi Ilmu Kelautan harus dilakukan dengan benar. Hal yang menyangkut kehidupan makhluk hidup dilaut harus selalu diperhatikan karena laut merupakan salah satu sumber makanan bagi masyarakat khususnya masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir pantai. Untuk itu jagalah kebersihan dan ekosistem laut dengan tidak membuang sampah dan tidak menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan, sehingga ada keseimbangan diantaranya. Ekosistem laut Indonesia telah terkenal di dunia sebagai surga dunia. Untuk itu jagalah laut Indonesia agar tetap menjadi wisata dunia.

Mencari Ilmu Bermain Slot Online Seperti Mencari Ilmu tentang Teknologi dan Ilmu Perlautan
Artikel Berita Informasi

Mencari Ilmu Bermain Slot Online Seperti Mencari Ilmu tentang Teknologi dan Ilmu Perlautan

Satu lagi ilmu yang kini tengah digeluti oleh banyak anak muda saaat ini. Tidak lain tidak bukan adalah teknologi dan ilmu perlautan. Fenomena in bisa disamakan dengan fenomena permainan judi yang dari dulu hingga kini masih digeluti oleh tidak hanya anak muda, namun juga berbagai kalangan. Agar lebih mudah memahami permainan ini, ada tiga tempat bagi pemain untuk belajar tentang slot online.

  • Ilmu Slot Online Bisa Didapat dari Video Panduan yang Ada di Situs

Tempat pertama bagi pemain untuk belajar lebih banyak hal tentang judi di dunia digital yaitu situs dimana pemain mendaftarkan diri sebagai pemain. Setiap situs yang bagus akan menyediakan beberapa video yang berisi rangkuman hal hal dasar yang wajib diketahui oleh seorang pemain baru. Meski hal ini tidak bersifat wajib, pemain baru sebaiknya mempelajari ilmu yang ada di dalam kumpulan video tersebut, sebab mengetahui dasar permainan adalah hal penting bagi pemain.

Sama halnya dengan anak muda yang hendak belajar teknologi dan ilmu perlautan. Mereka perlu belajar terlebih dahulu tentang hal hal dasar sebelum akhirnya kelak mempelajari hal yang jauh lebih kompleks di masa masa mendatang.Dasar yang kuat akan menjadikan pemain memiliki konsistensi yang kuat dalam menghadapi pasang surut keberuntungan dalam bermain judi online. Selain itu, belajar hal hal dasar akan menjaga pemain dari kerugian yang tidak perlu.

Baca juga : 4 Teknologi Budidaya Kelautan dan Perikanan Terbaik di Indonesia

  • Ilmu Slot Online Bisa Didapat dari Buku Panduan yang Terjual Bebas di Toko Buku

Tempat kedua bagi pemain untuk belajar lebih banyak hal tentang judi di dunia digital yaitu buku panduan. Ketika mengunjungi sebuah toko buku, pemain dapat menemukan sejumlah buku yang membahas tentang permainan judi. Ini adalah salah satu kesempatan bagus untuk pemain, khususnya pemain baru, untuk mempelajari lebih dalam tentang permainan judi di dunia digital. Ada banyak hal baru yang mungkin sebelumnya belum pernah dibahas di luar buku ini.

Buku panduan umumnya ditulis oleh para pemain yang sebelumnya telah lama bermain judi dan paham akan untung rugi di dunia judi. Lantas, para pemain tersebut membagikan pengalamannya dalam bentuk tulisan sehingga para pemain baru bisa memiliki bayangan tentang kemungkinan kemungkinan yang akan dihadapi oleh seorang pemain dalam bermain di dunia judi. Belajar dari pengalaman orang lain akan menghemat waktu pemain sehingga tidak perlu mengalami kegagalan serupa.

  • Ilmu Berjudi Bisa Didapat dari Pengalaman Bermain Langsung

Tempat ketiga bagi pemain untuk belajar lebih banyak hal tentang judi di dunia digital yaitu pengalaman pemain sendiri. Meski telah belajar banyak dari video panduan yang dibagikan secara cuma cuma oleh situs dan juga memahami banyak hal dari sudut pandang pemain lain lewat buku, kedua hal tersebut masih sangat kurang untuk membuat seorang pemain baru memahami semua hal yang perlu ia ketahui dalam urusan bermain judi di dunia digital.

Untuk melengkapi kedua langkah tersebut, pemain sebaiknya mulai bermain langsung di situs. Hal ini bertujuan untuk menghubungkan antara apa yang telah ia pelajari dari video dan buku dengan apa yang ia temui ketika bermain secara langsung. Mungkin ada sedikit perbedaan, namun disitulah awal dari proses seorang pemain belajar sambil bermain langsung. Proses ini juga jauh lebih efektif daripada menghabiskan berhari hari untuk belajar dari video dan buku.

Dalam mempelajri ilmu baru, baik ilmu teknologi dan ilmu perlautan maupun ilmu slot online, pemain bisa belajar dari berbagai macam sumber. Untuk permainan judi, pemain bisa belajar dari video panduan yang ada di situs slot online, buku panduan yang terjual bebas di toko buku, dan dari pengalaman bermain langsung.

Baca juga : Hukum Laut Internasional, Saat Dunia Butuh Hukum Di Lautan

4 Teknologi Budidaya Kelautan dan Perikanan Terbaik di Indonesia
Artikel Berita Blog Informasi Laut Pelestarian Proyek dan Teknologi Teknologi

4 Teknologi Budidaya Kelautan dan Perikanan Terbaik di Indonesia

Indonesia selain terkenal dengan negeri agraria juga terkenal dengan negeri maritim. Teknologi dan ilmu kemeritiman Indonesia sudah terkenal sejak jaman dahulu. Pada era masa kejayaan kerajaan Majapahit, Indonesia atau yang dulunya dikenal dengan Nusantara sudah berjelajah hingga ke negeri-negeri sebrang. Teknologi kapal laut jaman dulu sudah sangat maju. Kapal laut yang terkenal adalah perahu becadik. Teknologi ini merupakan salah satu warisan budaya maritim Indonesia yang turun temurun. Selain itu, di Indonesia juga terkenal dengan istilah nenek moyangku seorang pelaut. Ya, hal ini memang sangat benar karena memang nenek moyang bangsa Indonesia sudah menjelajah laut dan telah mengenal sistem penunjuk arah dengan menggunakan ilmu astronomi atau rasi bintang.

Perkembangan teknologi kemaritiman Indonesia tak terbatas dengan toknologi perkapalannya saja. Indoneisa juga sudah mampu mengembangkan teknologi budidaya kelautan dan perikanan yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Dengan menggunakn teknologi ini budidaya perikanan laut dapat berkembang dengan pesat. Indonesia yang memiliki sebagian besar wilayah yang terdiri dari lautan memang menjadikan protein dari laut sebagai sumber protein utama. Sumber daya laut di Indonesia juga menjadi salah satu mata pencaharian terbesar. Laut dan masyarakat Indonesia memang tak dapat dipisahkan karena memang kehidupan laut sudah menjadi salah satu budaya yang ada di Indonesia. Berikut adalah 4 teknologi budidaya kelautan dan perikanan yang ada di Indonesia.

1. Budidaya ikan keramba
Budidaya ikan dengan menggunakan keramba sudah banyak dilakukan di Indonesia. Ikan-ikan ini akan dikembangbiakan di dalam keramba. Keramba ini digunakan sebagai tempat untuk menampung ikan, mulanya bibit ikan akan dimasukkan ke dalam keramba. Letak penempatan keramba juga perlu diperhatikan agar terjaganya lingkungan hisup ikan yang sehat. Biasnaya keramba akan dibangun di tengah laut lepas yang jauh dari bibir pantai. Hal ini dilakukan agar air laut tidak tercemar polusi serta menjaga kadar ph air. Budidaya ikan dengan menggunakan keramba sangat penting untuk menjaga kelestarian ikan yang ada di Indonesia. Selain itu, dengan melakukan budidaya ikan ini juga akan mempu untuk memenuhi kebutuhan ikan laut untuk seluruh masyarakat Indonesia.

2 .Budidaya terumbu karang
Seperti kita tahu bahwa terumbu karang merupakan salah satu indikator bahwa laut tersebut sehat. Dengan adanya terumbu karang yang hidup, maka akan mengakibatkan banyak jenis ikan yang ada di peraira laut tersebut. Terumbu karang merupakan rumah bagi banyak jenis biota laut. Dengan menjaga terumbu karang tetap ada maka kita bisa melestarikan ekosistem yang ada di laut. Budidaya terumbu karang dilakukan dengan menanam dan merawat bibit terumbu karang agar dapat hidup dengan subur.

Baca juga : 5 Teknologi Untuk Mengekplorasi Lautan

3. Pelestarian taman bawah laut
Indonesia banyak memiliki taman bawah laut yang eksotik. Kehidupan bawah laut Indonesia memang manjadi salah satu kehidupan bawah laut terbaik sedunia. Banyak orang yang sudah sepakat bahwa salah satu taman laut terbaik berasal di Indonesia. Indonesia memiliki jutaan jenis biota laut endemik. Dengan melestatrikan kehidupan bawah laut Indonesia akan menjadikan setiap sprsies bawah laut Indonesia tidak mengalami kepunahan. Selain itu, dengan membuat taman bawah laut juga secara tidak langsung ikut andil dalam pelestarian dan pemeliharaan kekayaan alam laut yang di Indonesia.

4. Teknologi digital manajemen perikanan
Pada masa yang serba moderen ini semua hal dapat dilakukan secara digital. Dengan memanfaatkan teknologi digital, kita dapat melakukan menajemen perikanan dengan lebih mudah dan cepat. Kita dapat lebih mudah untuk mengetahui jumlah dan keadaan setiap aspek yanng ada pada ekosistem lauut Indonesia. Selain itu, teknologi digital juga sangat membantu perkembangan perikanan yang ada di indonesia khususnya pada budidaya perikanan Indonesia.

Baca Juga : Hukum Laut Internasional, Saat Dunia Butuh Hukum Di Lautan

5 Teknologi Untuk Mengekplorasi Lautan
Artikel Berita Blog Informasi Laut Pelestarian Proyek dan Teknologi Teknologi

5 Teknologi Untuk Mengekplorasi Lautan

5 Teknologi Untuk Mengekplorasi Lautan – Eksplorasi laut merupakan perihal yang rumit, dari sejak kapten Ahab dari kisah Moby Dick mengejar seekor paus, sampai ke Aquaman, semua melihat laut sebagai dongeng tentang dunia bawah laut penuh bangsa-bangsa alien. Tapi toh manusia normal yang tidak terjebak mitos dan dongeng, tidak menyerah mereka terus ciptakan benda-benda fungsional yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi lautan. Dengan kenal lautan, artinya kita bisa kenal sebagian besar pengetahuan tentang bumi, Dari pemetaan dasar laut, hingga pengumpulan spesimen, kapal karam kuno, semua dilakukan demi pengetahuan. Lalu inilah benda ciptaan yang mengajak kita mengenal eksistensi lautan lepas.

  • E / V Nautilus
    Kapal andalan Korps Eksplorasi ini adalah salah satu dari hanya dua kapal penjelajahan khusus di dunia. Kapal sepanjang 64 meter ini dilengkapi dengan semua teknologi terbaru di laut, juga dapat menampung 31 orang tim sains, plus 17 anggota awak kapal. Kapal ini dilengkapi untuk eksplorasi dua tim. Pertama tim yang menggunakan sistem multibeam sonar untuk memetakan area dasar laut yang tidak diketahui. Kedua, setelah data dianalisis dan target dipilih, tim kedua menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) untuk mengumpulkan rekaman video dan berbagai sampel.
  • ROV Argus
    ROV ini berbahan stainless steel dan meskipun dapat dioperasikan sendiri biasanya digunakan bersamaan dengan ROV Hercules. Ketika digunakan bersama-sama, Argus mengambil gulungan kapal sehingga Hercules dapat tetap stabil melalui operasi sensitif. ROV ini juga memberikan cahaya tambahan dan berfungsi sebagai “mata di langit” selama operasi. Saat beroperasi sendiri, dia bisa menyelam lebih dalam dari Hercules – hingga 6.000 meter.
  • ROV Hercules
    Kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh berwarna kuning yang mengapung mandiri ini adalah buah kerja keras dari Program Eksplorasi Nautilus, dan selalu digunakan bersama Argus. Hercules dilengkapi dengan enam pendorong yang memungkinkan pengendali untuk “membuat berenang” ke segala arah, ditambah dua lengan manipulator yang dirancang untuk mengumpulkan sampel dan memulihkan artefak. Video dari kamera utama berdefinisi tinggi. Hercules dialirkan kabel serat optik ke van kontrol di Nautilus. ROV Ini mampu beroperasi hingga 4.000 meter.
  • Sistem Akustik
    Sistem sonar yang dipasang di lambung kapal, digambarkan dalam drydock Pada 2013 Korps Eksplorasi Nautilus menambahkan sistem sonar multibeam hull-mount. Sistem Echosounder Kongsberg EM 302 Multibeam ini secara efisien dapat memetakan dasar laut di perairan mulai dari kedalaman 10 meter hingga 7.000 meter. Bisa dilakukan saat kapal melaju hingga 10 knot. Sonar mengumpulkan data batimetri, karakteristik sedimen permukaan, dan data kolom air. Informasi yang dikumpulkannya membantu Korps Eksplorasi mengidentifikasi area atau fitur yang menarik untuk merencanakan penyelaman ROV.
Sistem Akustik
  • Telepresence
    Teknologi ini memungkinkan para ilmuwan di daratan untuk berpartisipasi bersama dengan ekspedisi Nautilus. Video dan data yang mengalir dari Hercules dan Argus naik kabel serat optik ke van kontrol di Nautilus, di mana data itu lanats dikirim melalui satelit ke stasiun penerima, kemudian ke Pusat Antariksa di daratan. Dari pusat kendali Nautilus di Inner Space Center, video dan data tersebut didistribusikan secara langsung ke komputer para anis dan ilmuwan, lalu dimasukkan ke website resminya di https://multibet88.online. Telepresence ini membebaskan semua pekerjaan dari kendala birokrasi ruang kapal, memungkinkan lebih banyak ilmuwan di seluruh dunia untuk terlibat dalam ekspedisi penjelajahan lautan.
Bagaimanakah Masa Depan Ekonomi Biru Dan Ilmu Kelautan
Artikel Berita Blog Informasi Laut Pelestarian Proyek dan Teknologi Teknologi

Bagaimanakah Masa Depan Ekonomi Biru Dan Ilmu Kelautan

Bagaimanakah Masa Depan Ekonomi Biru Dan Ilmu Kelautan – Bagaimana ilmu pengetahuan akan menjawab tantangan kelautan masa depan? Bagaimana setiap disiplin ilmu akan berkontribusi pada eksplorasi laut di masa depan? Sebenarnya dua pertanyaan itu terikat oleh satu pertanyaan ini : “Mengapa lautan kita begitu penting bagi kita?” Pertanyaan itu mengarah pada pertanyaan lain seperti apakah kesehatan kita, kesehatan lingkungan, kekuatan ekonomi kita dan memang, masa depan kita, bergantung pada laut?

Pada akhirnya semua orang akan meletakan jari telunjuk mereka padaa kaum ilmuwan. Lalu bagaimana ilmu kelautan dapat membantu kita secara kolektif mengembangkan industri berbasis kelautan dengan pada saat yang sama melindungi ekosistem laut yang unik sehingga kelestariannya bisa dijaga untuk kepentingan di masa datang.

Oleh karenanya Anda sudah aman menyebut semua ini nonsens.

Dalam banyak hal, lautan yang mengelilingi kita, masih dipandang sebagai “semua hal”, karena luasmua, karena dianggap gigantis, karena apapun yang di laut tidak ada satu manusia pun yang mampu mengatasinya, maka lautan di pandang sebagai tempat sampah rakasasa. Tempat di mana orang-orang miskin bisa berpindah negara lewat kapal penumpang dan rakit, allih-alih naik pesawat terbang yang bonafid. Bahkan pasar pesiar pun disamakan dengan naik kano melintasi danau wisata untuk berllibur. Semua orang berharap pada lautan tapi semua orang meremehkannya, oleh karenanya ahli laut ahli dalam mengorganisasi manusia untuk kepentingan laut, tidak bisa menjadi pemimpin publik, karena itulah sektor di mana setiap orang malas memperjuangkannya.

Padahal mayoritas perdagangan yang membawa pundi uang di brankas para konglomerat perjalanannya dilakukan melalui laut, belum lagi sumber daya minyak dan gas lepas pantai yang luas menghasilkan pendapatan ekspor vital dan menawarkan sumber energi jangka panjang yang lebih bersih daripada batubara dan industri.

Tetap saja orang menganggap bahwa ilmu tentang kelautan tidak bisa dibentuk dalam suatu persilangan dengan etika dan moral, yang melahirkan sanksi hukum. Tidak ada hukum laut yang mengurusi sungai-sungai sebagai got raksasa pembuangan sampah rumah tangga oleh warga Indonesia. Jika benar hukum semacam itu ada, artinya tidak pernah terdengar atau berjalan daam check and Balance. Kecuali ada uangnya.

Uangnya pun termasuk jumlah yang serius. Industri kelautan misalnya menyumbang sekitar A $ 42 miliar untuk perekonomian Australia pada tahun 2010. Ini diproyeksikan akan tumbuh hingga sekitar A $ 100 miliar pada tahun 2025 dengan perluasan industri dan pengembangan peluang baru di bidang-bidang seperti energi terbarukan saat in. Sebagai. Untuk negara yang tidak dikenal sebagai negara kepualauan, ambisi Australia kepada komersialisme lautan mewakili ambisi semua negara lainnta.

Selain nilai ekonomi dan estetika, lautan juga menyediakan serangkaian “jasa ekosistem” yang penting – yang paling penting dalam peran lautan dalam sistem iklim global. Sejak akhir abad ke-18, sekitar 30% adalah ikut menyerap emisi karbondioksida yang diinduksi manusia telah diambil oleh lautan sementara selama 50 tahun terakhir, lautan juga telah menyerap sekitar 90% dari panas tambahan yang dihasilkan melalui dampak dari rumah kaca.

Marine Nation 2025 menjabarkan enam, “tantangan besar” kelautan, mencakup

  1. Kedaulatan, keamanan, bahaya alam.
  2. Keamanan energi
  3. Ketahanan pangan
  4. konservasi keanekaragaman hayati dan kesehatan ekosistem
  5. Iklim, berurusan dengan perubahan iklim
  6. Alokasi sumber daya yang optimal

Dengan demikian, upaya yang berdedikasi dan terkoordinasi di komunitas ilmu kelautan nasional diperlukan.

Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian Proyek dan Teknologi Teknologi

Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan

Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan – Fisika Kelautan adalah cabang ilmiah yang relatif muda, dibandingkan dengan biologi kelautan atau disiplin oseanografi lainnya, apalagi dengan sebagian besar disiplin ilmu fisika. Namun, karena pentingnya ilmu ini bagi landas perikanan dan perdagangan, bagaimanapun, ilmu fisika kelautan telah membantu ilmu navigasi serta pengetahuan tentang arus dan gelombang yang telah dipaparkan selama berabad-abad. Di masa depan tentunya ada beberapa tantangan dari perkembangan ilmu ini, karena bagaimanapun kita masih belum ke mana-mana.

– Masalah Saat Ini
Lingkungan fisik dan variasi dalam proses pemerintahan suatu kontinen memiliki dampak langsung pada kehidupan laut, ekonomi, atmosfer, dan ilmu iklim. Kelak hal tersebut akan terkait juga dengan masalah dinamika fluida dan semua disiplin ilmu oseanografi umum. Ini jelas tantangan, bahkan perlu dijawab karena pengetahuan kita saat ini, terutama dalam masalah lautan dalam, masih kurang. Ahli kelautan fisik memiliki kesulitan dalam menempatkan angka pada fluks vertikal bahan (mis., Nutrisi) ke dalam zona fotografis; mereka tidak dapat secara tepat memprediksi efek dari berbagai iklim terhadap sirkulasi laut dan pergerakan sedimen; mereka tidak tahu pernah apakah badai bisa menghancurkan organisme hidup dan ekologi nya di laut dalam?

Sebagian dari masalahnya adalah kurangnya pengamatan khusus, sehingga muncul ledekan “Manusia tahu lebih banyak tentang bulan daripada lautan di bumi”, ledekan itu lucunya masih sangat akurat. Kesulitannya terletak pada pendanaan yang kurang. Tidak pernah ada yang mau berinvestasi membangun suatu kapal selam yang bisa hadapi kondisi tekanan ambien yang agak keras yang meningkat sebesar 1 Bar (satu “atmosfer”) setiap 10 m, atau bertahan dari kandungan garam tinggi.

Mereka yang melakukan pengamatan lautan secaara tidak langsung juga akan kesulitan, karena luasnya lautan yang membutuhkan perencanaan yang matang sebelum mereka melaut dan memainkan jangka, serta melakukan pengukuran lain. Ilmuwan yang bekerja dari anjungan tidak stabil seperti kapal sulit sekali mengukur gelombang acak tersebut, sementara papan sirkuit alat elektronik modern tidak tahan terhadap salinitas air laut. Andalannya saat ini jelas, pengamatan satelit yang memberi tahu kita banyak al tentang permukaan dekat laut, tetapi satelit tidak banyak memberitahu tentang perihal interior laut.

Lautan memang kelihatannya luas dan tidak diketahui, tetapi meskipun peneliti berupaya mengungkap semuanya, peneliti tidak sepenuhnya mendapatkan umpan balik dari masyarakat, atau diindahkan hasil penelitiannya, yang hanya menghadirkan berbagai dampak buruk. Ada kecenderungan juga ke arah konsensus umum bahwa lautan itu rentan, jadi jangan di utak atik. Padahal lautan rentan karena ulah manusia, mereka mempolusi laut, dalam perilaku langsung seperti pembuangan plastik dan penangkapan ikan yang berlebihan atau dalam perilaku tidak langsung seperti pemanasan global, lautan kemungkinan juga rentan terhadap hal-hal yang tidak diketahui seperti keruntuhan lapisan es dan ekstraksi energi (pasang-surut) manusia.

Pengetahuan yang lebih baik tentang mengatur proses oseanografi fisik pada akhirnya memang diperlukan dan wajib disebarkan untuk membantah prasangka dan hoax terhadap lautan terus-menerus.

Penelitian tentang menyelamatkan lautan sendiri tidaklah popular. Sehingga para ahli kelautan berakhir di balik meja kerja perusahaan eksploitasi laut. Mereka digunakan oleh perusahaan agenbola108.cc, energi, minyak, atau berkerja sebagai ahli klasifikasi biota dan ikan di departemen portofolio yang mengurus laut. Pendeknya, kecenderungan ilmu fisika kelautan yang ada lebih melayani kepentingan industri, dibandingkan kepentingan ilmu untuk mengungkap rahasia-rahasia yang ada pada lautan.

Tidak Ada Ilmu dan Pengetahuan Yang Mampu Jelaskan Luasnya Isi Laut
Artikel Berita Informasi Laut

Tidak Ada Ilmu dan Pengetahuan Yang Mampu Jelaskan Luasnya Isi Laut

Tidak Ada Ilmu dan Pengetahuan Yang Mampu Jelaskan Luasnya Isi Laut – Saat kapal kapal melanjutkan pencarian Malaysia Airlines MH370 yang hilang di kedalaman Samudra Hindia beberapa tahun lalu, kita sering mendengar bahwa sejatinya “95% lautan belum pernah dijelajahi” atau bahwa kita lebih banyak tahu permukaan Bulan atau Mars daripada permukaan laut. Tetapi benarkah pernyataan itu? Lalu apa yang sebenarnya kita maksud dengan “Dijelajahi”?

Sejatinya, seluruh dasar lautan sekarang telah dipetakan dalam resolusi maksimum sekitar 5 km, yang berarti kita dapat melihat sebagian besar fitur lebih dari 5 km dalam peta itu. Itulah resolusi peta global baru dasar laut yang diterbitkan baru-baru ini oleh David Sandwell dari Scripps Institute of Oceanography di San Diego dan rekannya, yang menggunakan beberapa trik bagus dengan satelit untuk memperkirakan lanskap dasar laut dan bahkan mengungkap beberapa fitur Bumi, misalkan kerak yang mengintai di bawah sedimen dasar laut.

Cara ini tidak seperti memetakan daratan, ada bedanya, tidak sepert daratan, kita tidak bisa mengukur lanskap dasar laut langsung dari satelit menggunakan radar, karena air laut menghalangi gelombang radio. Tetapi satelit dapat menggunakan radar untuk mengukur ketinggian permukaan laut dengan sangat akurat. Dan jika ada pengukuran yang cukup untuk mengurangi efek gelombang dan pasang surut, satelit bahkan bisa mengukur benjolan dan kemiringan di permukaan laut yang dihasilkan dari lanskap dasar dasar laut.

Di mana ada gunung bawah laut yang besar atau punggungan, misalnya, peningkatan gravitasi lokal kecil yang dihasilkan dari massanya menarik air laut ke dalam sedikit gundukan di atasnya. Jika ada parit laut, gravitasi lokal yang lebih lemah menghasilkan penurunan komparatif di permukaan laut. Membaca benjolan dan kemiringan di permukaan laut adalah prestasi luar biasa dari pengukuran presisi, yang melibatkan laser untuk melacak lintasan satelit pengukur dan tambahan sedikit perhitungan matematis untuk memproses data.

Peta baru menggunakan data dari satelit Cryosat-2 dan Jason-1 yang menunjukkan fitur yang tidak terlihat di peta sebelumnya, yang menggunakan data dari satelit yang lebih tua. Peta global dasar lautan sebelumnya, dibuat dengan menggunakan teknik yang sama dan diterbitkan pada tahun 1997, memiliki resolusi sekitar 20 km.

Saat ini, iptek telah berupaya memetakan lautan dengan resolusi lebih dekat lagi, sekitar 5 km. Dari situ, kita bisa melihat fitur-fitur utama dari bentang alamnya yang tersembunyi, seperti punggungan di tengah samudera dan parit samudera, dalam hal itu, dasar samudra tentu bukan “95% belum dijelajahi”. Tetapi peta global dari dasar samudra itu diakui kurang detail daripada peta Mars, Bulan, atau Venus, karena tudungan air laut pada planet.

Pesawat ruang angkasa NASA Magellan memetakan 98% permukaan Venus dengan resolusi sekitar 100 meter. Di mana seluruh permukaan Mars juga telah dipetakan pada resolusi itu dan lebih dari 60% dari Planet Merah kini telah dipetakan pada resolusi sekitar 20m. Sementara itu, selenografer telah memetakan semua permukaan bulan pada resolusi sekitar 100 meter dan sekarang bahkan pada resolusi tujuh meter.

Untuk memetakan dasar laut lebih rinci, para ahli harus menggunakan sonar, dan bukan satelit. Sistem sonar modern di atas kapal dapat memetakan dasar samudra hingga resolusi sekitar 100 meter melintasi jalur sempit di bawah kapal. Peta-peta lebih rinci itu sekarang mencakup sekitar 10% -15% dari lautan, kira-kira seukuran Afrika, masih kuranglah.

Pengembangan Potensi Laut dengan Ilmu dan Teknologi Kelautan
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian Teknologi

Pengembangan Potensi Laut dengan Ilmu dan Teknologi Kelautan

Pengembangan Potensi Laut dengan Ilmu dan Teknologi Kelautan. – Potensi Laut di negara Indonesia sangat besar sehingga perlunya cara yang benar untuk mengembangkan potensi laut Indonesia. Ini karena negara indonesia yang rata-rata wilayahnya adalah perairan atau laut atau sering disebut juga sebagai negara maritim. Hal tersebut membuat potensi kemaritiman negara Indonesia sangat besar untuk dikembangkan serta untuk mendapatkan devisa bagi negara ini. Dengan adanya pemanfaatan ini diharapkan Indonesia dapat menjadi negara maju sehingga bisa bersaing dengan negara lain. Untuk itu perlu adanya regulasi untuk mengatur tentang pencemaran yang diakibatkan pengekplorasian laut Indonesia secara besara besaran. Akibat dari kendala-kendala tersebut maka implementasi Rencana Pembangunan Jangka Mencegah (RPJM) harus semakin dipertajam dan samakin ditingkatkan hingga pembangunan tersebut bermanfaat juga bagiasyarakat yang tinggal disekitar pesisir pantai. Tidak hanya itu pembangunan jalan yang ditempuh jika ingin pergi ke pantai juga harus diperhatikan. Dapat dilihat bahwa masih banyak sekali jalan menuju pantai yang belum teraspal. Untuk itu ini harus sangat diperhatikan oleh pemerintah.

Saat ini masalah yang sedang dihadapi oleh kemaritiman negara Indonesia adalah masalah tentang pencurian ikan. Pencurian ikan yang terjadi bahkan telah merajalela di laut Indonesia sehingga membuat negara Indonesia dirugikan karena adanya hal tersebut. Ini juga membuat negara Indonesia menjadi semakin kehilangan potensi kekayaan di bidang perikanan. Maraknya pencurian kemudian mendorong berkembangnya teknologi sensor pembatas wilayah laut. Biasanya sensor ini dipasang di batas wilayah laut teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Alat ini dapat membantu pengamanan wilayah laut di negara Indonesia. Perkembangan yang dapat mendukung wilayah kelautan di Indonesia akan membuat potensi laut dan teknologi ilmu kelautan di Indonesia akan semakin berkembang, sehingga dapat memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia di bidang kelautan.

Pengawasan terumbu karang dan ekosistem laut yang lain sangatlah bermanfaat bagi perkembangan teknologi pengembangan biota laut lainnya. Sehingga tercipta kesinambungan saling menguntungkan antara kedua belah pihak, yaitu antara manusia dan biota laut. Pemanfaatan pengekplorasian teknologi kelautan tersebut dapat diawasi dengan cara melakukan pemeriksaan secara ketat dan dapat membuat pengekploistasian laut dan biota laut seperti terumbu karang dapat dicegah. Perkembangan teknologi seperti handphone atau smartphone dapat menunjang pengefektifan sosialisasi peraturan ini semakin mudah sehingga terciptanya kelestarian biota laut.

Contoh pengembangan potensi Teknologi dan Ilmu kelautan

  1. Pembangunan Pelabuhan yang Ramah Lingkungan.
    Pelabuhan adalah bagian terpenting untuk transportasi wilayah kemaritiman. Karena banyaknya kapal-kapal yang bersandar di wilayah pantai maka dibutuhkan sebuah pelabuhan untuk menyandarkan kapal-kapal tersebut. Pelabuhan kapal tersebut dalam pembanggunannya juga harus memperhatikan kelangsungan biota laut dan makhluk hidup lainnya. Caranya adalah dengan menggunakan bahan yang tidak membuat kehidupan ikan terganggu.
  2. Pembanggunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanpa menggangu habitat Makhluk hidup disekitarnya.
    Hal tersebut sudah terealisasikan di Indonesia salah satu PLTU terbesar di Indonesia adalah PLTU yang terdapat di wilayah Jawa bagian Timur. Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang terkenal ini, dikenal dengan nama PLTU Paiton. Pemanfaatan air laut di PLTU tersebut bahkan sama sekali tidak menganggu habitat makhluk hidup disekitarnya. Karena hal tersebut PLTU ini sangatlah terkenal di Indonesia dan PLTU paiton disebut sebagai PLTU paling aman dan ramah lingkungan.
Terumbu Karang! Sejuta Keindahan dan Sejuta Ketakutan
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian

Terumbu Karang! Sejuta Keindahan dan Sejuta Ketakutan

Selama jutaan tahun, laut menjadi saksi proses ovolusi semua makhluk yang ada didalamnya. Mulai dari ikan-ikan hingga terumbuk karang yang menghiasi laut. Sejak jutaan tahun lalu, laut menjadi empat yang misterius dimana makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungannya dan adaptasi tersebut membentuk makhluk hidup menjadi berbeda satu sama lain sesaui lingkungan tempat mereka tinggali. Hal ini juga berlaku pada terumbu karang. Terumbu karang, banyak ditemukan jenis ikan yang tidak tampak seperti ikan. Bahkan beberapa ikan tersebut mengembangkan beberapa bagian tubuhnya dengan tujuan yang berbeda sesuai dengan lingkungan hidupnya. Bahkan banyak diantar mereka yang mampu mengembangkan racun sebagai bentuk perlindungan diri dari pemangsa. Beberapa racun tersebut juga merupakan racum mematikan yang mampu membunuh manusia sekalipun.

Mayoritas ikan yang hidup di terumbu karang memiliki kemampuan untuk berkamuflase atau penyamaran dengan menggunakan terumbu karang dan koral yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, saat anda menyelam akan lebih bijak bila anda berhati-hati apabila ingin melangkahkan kaki diantara terumbu karang atau bebatuan yang ada dlaut karena kita tidak tahu apakah enar hanya batu atau terdapat ikan beracun yang sedang menyamar. Terkadang seorang penyelam secara sengaja atau tidak sengaja menyentuh terumbu karang atau koral yang dianggapnya indah, namun ternyata itu bukan koral atau terumbu karang melainkan makhluk air yang sedang berkamuflase. Salah satu makhluk laut unik yang telah mengembangkan beberapa bagian tubuhnya dengan racun adalah ikan buntal. Kita mengenal ikan bunta sebagai makanan yang biasa dimakan oleh orang Jepang untuk dijadikan olahan sashimi, namun sebenarnya ikan buntal memiliki racun yang mematikan apabila tidak jeli dalam membersihkan racun ikan tersebut. Ikan buntal memiliki kemampuan untuk melindungi diri dengan cara yang unik, yaitu dengan menggembungkan tubuhnya seperti balon apabila sedang terancam oleh pemangsa. Dengan menggembungkan tubuhnya, maka akan mengeluarkan duri-duri tajam yang ada pada sekujur tubuh ikan buntal dan membuat pemangsanya sulit untuk memangsanya.

Menurut penelitian dari, setiap duri dari ikan buntal terdapat racun yang mematikan dan bukan hanya ikan buntal saja yang memiliki duri dan racun mematikan pada tubuhnya, ikan kalajengking jamur atau mushroom scorpionfish juga memiliki duri yang tajam dan racun yang dapat menyebabkan rasa nyeri saat terkena racunnya bahkan dapat menimbulkan kematian apabila yang terkena racun memiliki alergi. Bentuk ikan tersebut terbilang aneh dan tidak beraturan, sehingga sangat mendukung mereka dalam penyamaran pada terumbu karang. Meskipun pada terumbu karang hidup berbagai makhluk laut yang unik dan mematikan namun tidak mengurangi rasa indah terumbu karang dan juga makhluk laut lainnya yang tidak berbahaya dan unik. Salah satu contohnya adalah kuda laut. Bentuk kuda laut memang tidak seperti ikan, namun mereka makhluk pemalu yang biasanya hidup diantara terumbu karang. Ukuran dan warna tubuh mereka bermacam-macam.

Simbiosis Coral dan Anemon Dengan Makhluk Laut Lainnya
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian

Simbiosis Coral dan Anemon Dengan Makhluk Laut Lainnya

Coral dan anemon memang menjadikan laut bukan hanya tempat luas yang berisi air dan makhluk laut saja, namun dengan adanya coral dan anemon menjadikan laut lebih indah dan lebih berwarna. Banyak orang mengira bahwa coral dan anemon adalah tumbuhan, namun sebenarnya mereka adalah hewan purba yang masuk dalam filum cnidaria sama seperti ubur-ubur. Karakteristik hewan yang masuk dalam filum cnidarian adalah memiliki tubuh yang simetris, biasanya memiliki tentakel penyengat dan mulut pusat. Coral merupakan penyusun terumbu karang yang terdiri dari susunan hewan kecil yang berkoloni. Hean kecil tersebut saling berkoloni satu sama lain dan membentuk cangkang yang menghasilkan kalsium dan terkumpul dalam waktu ribuan tahun sehingga membentuk bangunan hidup yang biasa anda sebut sebagai terumbu karang. Mayoritas filum cnidarian hidup berkoloni dan tidak dapat dipisahkan, namun ada juga yang hidup bebas seperti ubur-ubur. Anemon terkenal dengan sifatnya yang bersimbiosis dengan ikan badut. Mereka akan saling bersimbiosis yang menguntungkan satu sama lain.

Sebagai contoh, anemon menyediakan tempat tinggal dan berlindung bagi ikan badut dan ikan badut akan menyediakan makanan bagi anemon. Ikan badut akan menangkal ikan kupu-kupu dan parasite yang senang mengincar anemon, dan juga membersihkan anemon dari pasir sebagai wujud simbiosis dari anemon dan ikan badut. Sedangkan anemon akan memberikan tempat perlindungan bagi ikan badut karena anemon memiliki sengatan pada setiap tentakelnya yang hanya bisa ditahan oleh ikan badut. Bukan hanya itu saja, kotoran dari ikan badut merupakan sumber nutrisi bagi anemon. Simbiosis dari kedua makhluk tersebut dapat dibilang simbiosis mutualisme, yaitu hubungan yang saling menguntungkan, tidak ada pihak yang akan dirugikan. Bukan hanya itu saja, gerakan yang dilakukan oleh ikan badut dapat membuka jalannya oksigen bagi anemon yang akan meningkatkan metabolism dan pertumbuhan anemon yang pada akhirnya akan lebih cepat dan tentunya akan menguntungkan ikan badut juga karena lokasi tempat persembunyiannya akan bertambah lebih luas. Coral memang terlihat seperti batu yang indah dengan warna yang melengkapinya, namun sebenarnya coral adalah sekumpulan hewan yang membentuk koloni. Seperti sudah dikatakan sebelumnya.

Dengan fakta bahwa coral merupakan hewan bukan tumbuhan, maka perlu makanan juga agar tetap hidup dan dapat berkembang lebih luas lagi. Coral juga merupakan tempat tinggal bagi makhluk laut teruta makhluk laut berukuran kecil yang dapat berlindung pada coral dari ancaman musuh. Banyak orang yang mengoleksi coral di akuarium mereka karena tahu bahwa coral bukan tanaman melainkan hewan yang berkoloni dan membentuk suatu kesatuan yang indah dengan warna-warna yang menarik. Sama halnya dengan makhluk laut lainnya, coral juga membutuhkan nutrisi sebagai penopang kehidupannya. Biasanya nutrisi makanannya bisa didapatkan melalui kotoran ikan yang bersembunyi pada badannya atau dari mikroba kecil lainnya.

Bagaimana Cara Lumba-Lumba Tidur?
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut

Bagaimana Cara Lumba-Lumba Tidur?

Kehidupan makhluk laut memang beragam dan berbeda satu sama lain. Bukan hanya bentuk fisik mereka yang berbeda, pola kecerdasan dan komunikasi yang berbeda juga, tapi pola tidur atau istirahat mereka juga akan berbeda satu sama lain. meskipun mereka hidup dilaut, bukan berarti mereka akan terus berenang tanpa istirahat. Saat keadaan sudah aman, makhluk laut akan beristirahat di tempat yang aman juga. Berbeda dengan manusia dan makhluk darat yang memiliki waktu tertentu untuk beristirahat. Makhluk laut menunggu situasi aman agar bisa beristirahat karena apabila mereka tertidur asal, risiko untuk diserang akan semakin tinggi. Lumba-lumba merupakan mamalia laut yang bernapas menggunakan paruparu. Bila ikan bernapas menggunakan insang makan berbeda dengan lumba-lumba. Cara bernapas lumba-lumba sama dengan manusia, yaitu menggunakan paruparu. Mereka akan menghirup udara melalui lubang yang ada diatas kepala mereka pada saat melompat di permukaan air. Lubang tersebut akan tertutup pada saat lumba-lumba menyelam dan terbuka kembali saat lumba-lumba melompat.

Namun yang membedakan manusia dengan lumba-lumba adalah kesadaran bernapasnya. Apabila manusia bernapas tanpa sadar dan bebas kapan saja menghirup oksigen bahkan saat tertidur tetap akan bernapas dengan otomatis, berbeda dengan lumba-lumba. Menurut penelitian dari , lumba-lumba tidak bisa bernapas tanpa sadar dan mereka harus tetap sadar, mereka akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk mengambil oksigen kapan waktu untuk menyelam. Bahkan saat mereka beristirahat, mereka tidak bisa berisitirahat layaknya manusia, tidak akan tenang saat tertidur. Lumba-lumba tetap harus sadar bahwa mereka bernapas menggunakan paru-paru dan harus menuju kepermukaan untuk mengambil oksigen. Apabila mereka tidak memperhitungkannya, maka mereka akan mati kehabisan napas. Bernapas menggunakan paruparu membuat lumba-lumba harus menuju ke permukaan untuk menghirup oksigen dan menghembuskannya. Hal tersebutlah yang membuat lumba-lumba tidak bisa beristirahat dengan tenang layaknya makhluk laut lain. Meskipun tidak sepenuhnya tidur terlelap, lumba-lumba tetap bisa beristirahat dengan cara unik mereka, yaitu setengah dari otak lumba-lumba akan berisitirahat dan setengahnya lagi akan tetap aktif untuk memperhitungkan kapan harus mengambil oksigen.

Dengan satu sisi otak yang beristirahat, lumba-lumba akan tidur dengan satu mata tertutup. Sedangkan satu sisi otak yang lain akan aktif untuk menjaganya dan mengatur pernapasan. Bila manusia membutuhkan 8 jam untuk tidur yang sehat dan makhluk lain membutuhkan beberapa jam saja untuk istirahat, berbeda dengan lumba-lumba yang membutuhkan waktu singkat untuk berisitirahat. Hal ini juga dikarenakan mereka harus mengambil napas di permukaan air. Lumba-lumba akan tidur selama 4 sampai 60 detik pada satu sesi. Selain itu, lumba-lumba juga dapat terjaga dalam beberapa hari tanpa mengalami tanda-tanda fisik kurang tidur. Meskipun hanya tidur dalam waktu yang singkat sekali sesi, lumba-lumba juga dapat tidur dalam jangka waktu lama meskipun tidak terlalu lama pada saat keadaan sekitar aman. Mereka akan memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat dengan memilih lokasi yang dekat dengan permukaan laut agar memudahkan mereka untuk mengambil napas.

Hiu Putih Besar! Predator Terganas di Laut
Artikel Hewan Informasi Laut

Hiu Putih Besar! Predator Terganas di Laut

70% isi dari bumi ini merupakan lautan yang tidak terkira luasnya dan tidak terkira kedalamannya. Meskipun saat ini sudah bnayak teknologi yang dapat digunakan untuk memepelajari laut, tetap saja hanya beberapa persen dari 70% tersebut. laut tetap menjadi tempat yang misterius dan menyimpan banyak misteri yang tidak biasa. Laut juga merupakan tempat tinggal banyak makhluk air yang beragam dan berbeda dari tingkat kedalaman yang ada pada laut. Bentuk makhluk laut yang menghuni pada setiap kedalaman juga memiliki bentuk yang berbeda dan memiliki keunikan tersendiri. Pada kedalaman tertentu yang mencapai 2000 meter lebih, dimana cahaya matahari tidak akan mencapai tempat tersebut pada tingkat kedalaman seperti itu, anda akan menemukan berbagai makhluk yang tidak memiliki penglihatan namun sebaliknya indra pendengaran dan penciumannya akan berkembang lebih karena menyesuaikan dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Selain itu, banyak juga makhluk yang memiliki lentera atau pencahayaan diatas kepala mereka atau anggota tubuh lainnya yang digunakan untuk menarik mangsa atau makhluk lain agar mendekat kepadanya kemudian dimangsanya. Hal tersebut menjadi salah satu cara bertahan hidup pada lingkungan yang gelap. Mereka yang lemah maka akan menjadi mangsa bagi para predator. Bukan hanya makhluk predator yang hidup pada kedalaman saja, bahkan di kedalaman yang biasa manusia salami untuk berenang dan menyelam juga terdapat predator berbahaya yang dapat mengincar nyawa anda. Seperti hiu putih besar yang hidup hampir disemua lautan di dunia ini. Hiu putih besar merupakan predator paling besar dan paling berbahaya yang pernah hidup dilaut. Bahkan hiu putih dapat muncul pada perairan laut dangkal untuk mencari mangsa. Banyak kasus pelaporan terhadap penyerangan hiu putih kepada para penyelam dan peselancar. Namun pada dasarnya, hiu putih tidak memakan daging manusia, melainkan mereka hanya penasaran terhadap manusia dan mengira para penyelam atau peselancar tersebut merupakan anjing laut atau singa laut yang merupakan makanan mereka. Hiu putih merupakan perenang yang cepat meskipun berukuran 4.6 meter sampai 6 meter.

Dengan ekor yang kuat, mampu mendorong meluncur kedalam air dengan kecepatan kurang lebih 60 km/jam. Selain itu, hiu putih besar memiliki susunan gigi yang terdiri satu set 300 gigi tajam dengan gigi yang berbentuk segitiga yang teratur dalam 7 barisan. Hiu putih besar merupakan predator ganas yang memiliki indra penciuman tajam. Dengan indra penciuman tersebut, seekor hiu putih besar dapat mencium kawanan anjing laut dalam jarak 2 mil jauhnya dan dapat mencium bau setetes darah yang menetes pada 100 liter air laut. Saat masih berusia bayi, hiu putih besar akan memakan ikan berukuran kecil dan sedang dan juga ikan pari, namun saat mereka menjadi besar, hiu putih akan memakan mamalia laut seperti anjing laut, singa laut, dan ikan paus kecil.