Eksplorasi Laut Dalam Terbantu dengan Robot dan Kecerdasan Buatan

Eksplorasi Laut Dalam Terbantu dengan Robot dan Kecerdasan Buatan

Eksplorasi Laut Dalam Terbantu dengan Robot dan Kecerdasan Buatan – Intelek ciptaan( AI) bisa menolong para ilmuan berikan data terbaru mengenai bermacam genus yang hidup di dasar laut, bagi Penelitian terbaru yang dipandu oleh University of Plymouth.

Eksplorasi Laut Dalam Terbantu dengan Robot dan Kecerdasan Buatan

marinescienceandtechnology – Dengan melonjaknya bahaya kepada area laut, para ilmuan amat menginginkan data lebih lanjut mengenai apa yang menghuni dasar laut buat menginformasikan pelestarian serta pengurusan keragaman biologi.

Melansir kafekepo, Autonomous Underwater Vehicles( AUV) yang dipasang dengan kamera terbaru saat ini bisa mengakulasi beberapa besar informasi, namun tantangan sedang terjalin sebab orang wajib memprosesnya.

Baca juga : Indonesia – Korea Kuatkan Kerja Sama Riset Teknologi Kelautan Perikanan

Dalam suatu Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Marine Ecology Progress Series ataupun Seri Perkembangan Ilmu lingkungan Laut, ilmuan maritim serta pakar ilmu robot mencoba daya guna sistem visi pc( CV- Computer Vision) dalam berpotensi penuhi kedudukan itu.

Hasil membuktikan pada umumnya keakuratan dekat 80% dalam mengenali bermacam binatang dalam lukisan di dasar laut, namun dapat menggapai keakuratan 93% buat genus khusus bila lumayan informasi dipakai buat melatih algoritma.

Bagi para ilmuan, perihal ini membuktikan CV dapat lekas dipergunakan dengan cara teratur buat menekuni binatang serta belukar laut serta membidik pada kenaikan besar dalam ketersediaan informasi buat riset pelestarian serta pengurusan keragaman biologi.

Seseorang mahasiswa Ph. D, Nils Piechaud, pengarang penting riset ini, berkata:“ Alat transportasi otomatis merupakan perlengkapan vital buat mensurvei zona dasar laut yang lebih dalam dari 60m( daya yang bisa digapai beberapa besar penyelam). Namun dikala ini kita tidak bisa menganalisa dengan cara buku petunjuk lebih dari satu bagian dari informasi itu. Riset ini membuktikan AI merupakan perlengkapan yang menjanjikan namun AI sedang dapat membuat kekeliruan sebesar satu dari 5 kali analisa, bila dipakai buat mengenali binatang dalam lukisan kita.

“ Ini buatnya jadi tahap maju yang berarti dalam menanggulangi beberapa besar informasi yang diperoleh dari dasar lautan, serta membuktikan itu bisa menolong memesatkan analisa kala dipakai buat mengetahui sebagian genus. Namun kita tidak pada titik menyangka itu sesuai pengganti sempurna buat orang pada langkah ini.“

Riset ini dicoba selaku bagian dari Deep Links, suatu cetak biru riset yang didanai oleh Badan Studi Area Alam, serta dipandu oleh Universitas Plymouth, bertugas serupa dengan Universitas Oxford, Survey Ilmu bumi Inggris serta Panitia Pelestarian Alam Bersama.

Salah satu AUV nasional Inggris— Autosub6000, yang dipakai pada Mei 2016— mengakulasi lebih dari 150. 000 lukisan dalam satu penyelaman dari dekat 1. 200 meter di dasar dataran laut di bagian timur laut Rockall Bank, di Atlantik Timur Laut. Dekat 1. 200 dari gambar- gambar ini dianalisis dengan cara buku petunjuk, bermuatan 40. 000 orang dari 110 tipe binatang yang berlainan( morfospesies).

Para periset setelah itu memakai Google Tensorflow, bibliotek akses terbuka, buat membimbing Jaringan Nevoltural( CNN- Convolutional Neural Jaringan) pra- terlatih pada AI dalam mengenali individu- individu dari bermacam morfospesis laut dalam yang ditemui dalam lukisan AUV.

Keakuratan catatan buku petunjuk oleh orang bisa berkisar dari 50 sampai 95%, namun tata cara ini lelet serta apalagi ahli amat tidak tidak berubah- ubah bersamaan durasi serta dampingi regu periset. Tata cara otomatis ini menggapai ketepatan dekat 80%, mendekati kemampuan orang dengan kecekatan yang nyata serta kelebihan kestabilan kestabilan.

Walaupun riset ini tidak menyarankan penukaran catatan buku petunjuk, namun penilitian ini membuktikan kalau pakar hayati maritim bisa bisa menerapkan AI buat tugas- tugas khusus dengan hati- hati dalam memperhitungkan keandalan perkiraan mereka. Ini hendak amat tingkatkan kapasitas para ilmuan buat menganalisa informasi mereka.

Para periset berkata campuran wawasan ekologis ahli dengan kapasitas AUV teknologi besar buat mensurvei zona besar dasar laut, dibantu dengan kapasitas pemrosesan informasi kilat AI, hendak bisa amat memesatkan investigasi laut dalam, serta meluaskan uraian kita mengenai ekosistem laut.

Kerry Howell, Associate Professor di Ilmu lingkungan Maritim serta Investigator Penting buat cetak biru Deep Links, meningkatkan:“ Beberapa besar planet kita merupakan laut dalam, zona besar di mana kita mempunyai kesenjangan wawasan yang serupa besarnya.

Dengan melonjaknya titik berat pada area laut tercantum pergantian hawa, amat berarti untuk kita buat menguasai lautan kita serta lingkungan dan genus yang ditemui di dalamnya. Dalam masa manusia mesin serta alat transportasi otomatis, informasi besar, serta riset terbuka garis besar, pengembangan perlengkapan AI mempunyai kemampuan buat menolong memesatkan kita dalam mendapatkan wawasan serta perkembangan yang menarik serta amat diperlukan.“