5 Teknologi Untuk Mengekplorasi Lautan

5 Teknologi Untuk Mengekplorasi Lautan – Eksplorasi laut merupakan perihal yang rumit, dari sejak kapten Ahab dari kisah Moby Dick mengejar seekor paus, sampai ke Aquaman, semua melihat laut sebagai dongeng tentang dunia bawah laut penuh bangsa-bangsa alien. Tapi toh manusia normal yang tidak terjebak mitos dan dongeng, tidak menyerah mereka terus ciptakan benda-benda fungsional yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi lautan. Dengan kenal lautan, artinya kita bisa kenal sebagian besar pengetahuan tentang bumi, Dari pemetaan dasar laut, hingga pengumpulan spesimen, kapal karam kuno, semua dilakukan demi pengetahuan. Lalu inilah benda ciptaan yang mengajak kita mengenal eksistensi lautan lepas.

  • E / V Nautilus
    Kapal andalan Korps Eksplorasi ini adalah salah satu dari hanya dua kapal penjelajahan khusus di dunia. Kapal sepanjang 64 meter ini dilengkapi dengan semua teknologi terbaru di laut, juga dapat menampung 31 orang tim sains, plus 17 anggota awak kapal. Kapal ini dilengkapi untuk eksplorasi dua tim. Pertama tim yang menggunakan sistem multibeam sonar untuk memetakan area dasar laut yang tidak diketahui. Kedua, setelah data dianalisis dan target dipilih, tim kedua menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) untuk mengumpulkan rekaman video dan berbagai sampel.
  • ROV Argus
    ROV ini berbahan stainless steel dan meskipun dapat dioperasikan sendiri biasanya digunakan bersamaan dengan ROV Hercules. Ketika digunakan bersama-sama, Argus mengambil gulungan kapal sehingga Hercules dapat tetap stabil melalui operasi sensitif. ROV ini juga memberikan cahaya tambahan dan berfungsi sebagai “mata di langit” selama operasi. Saat beroperasi sendiri, dia bisa menyelam lebih dalam dari Hercules – hingga 6.000 meter.
  • ROV Hercules
    Kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh berwarna kuning yang mengapung mandiri ini adalah buah kerja keras dari Program Eksplorasi Nautilus, dan selalu digunakan bersama Argus. Hercules dilengkapi dengan enam pendorong yang memungkinkan pengendali untuk “membuat berenang” ke segala arah, ditambah dua lengan manipulator yang dirancang untuk mengumpulkan sampel dan memulihkan artefak. Video dari kamera utama berdefinisi tinggi. Hercules dialirkan kabel serat optik ke van kontrol di Nautilus. ROV Ini mampu beroperasi hingga 4.000 meter.
  • Sistem Akustik
    Sistem sonar yang dipasang di lambung kapal, digambarkan dalam drydock Pada 2013 Korps Eksplorasi Nautilus menambahkan sistem sonar multibeam hull-mount. Sistem Echosounder Kongsberg EM 302 Multibeam ini secara efisien dapat memetakan dasar laut di perairan mulai dari kedalaman 10 meter hingga 7.000 meter. Bisa dilakukan saat kapal melaju hingga 10 knot. Sonar mengumpulkan data batimetri, karakteristik sedimen permukaan, dan data kolom air. Informasi yang dikumpulkannya membantu Korps Eksplorasi mengidentifikasi area atau fitur yang menarik untuk merencanakan penyelaman ROV.
Sistem Akustik
  • Telepresence
    Teknologi ini memungkinkan para ilmuwan di daratan untuk berpartisipasi bersama dengan ekspedisi Nautilus. Video dan data yang mengalir dari Hercules dan Argus naik kabel serat optik ke van kontrol di Nautilus, di mana data itu lanats dikirim melalui satelit ke stasiun penerima, kemudian ke Pusat Antariksa di daratan. Dari pusat kendali Nautilus di Inner Space Center, video dan data tersebut didistribusikan secara langsung ke komputer para anis dan ilmuwan, lalu dimasukkan ke website resminya di https://multibet88.online. Telepresence ini membebaskan semua pekerjaan dari kendala birokrasi ruang kapal, memungkinkan lebih banyak ilmuwan di seluruh dunia untuk terlibat dalam ekspedisi penjelajahan lautan.