Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan

Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan – Fisika Kelautan adalah cabang ilmiah yang relatif muda, dibandingkan dengan biologi kelautan atau disiplin oseanografi lainnya, apalagi dengan sebagian besar disiplin ilmu fisika. Namun, karena pentingnya ilmu ini bagi landas perikanan dan perdagangan, bagaimanapun, ilmu fisika kelautan telah membantu ilmu navigasi serta pengetahuan tentang arus dan gelombang yang telah dipaparkan selama berabad-abad. Di masa depan tentunya ada beberapa tantangan dari perkembangan ilmu ini, karena bagaimanapun kita masih belum ke mana-mana.

– Masalah Saat Ini
Lingkungan fisik dan variasi dalam proses pemerintahan suatu kontinen memiliki dampak langsung pada kehidupan laut, ekonomi, atmosfer, dan ilmu iklim. Kelak hal tersebut akan terkait juga dengan masalah dinamika fluida dan semua disiplin ilmu oseanografi umum. Ini jelas tantangan, bahkan perlu dijawab karena pengetahuan kita saat ini, terutama dalam masalah lautan dalam, masih kurang. Ahli kelautan fisik memiliki kesulitan dalam menempatkan angka pada fluks vertikal bahan (mis., Nutrisi) ke dalam zona fotografis; mereka tidak dapat secara tepat memprediksi efek dari berbagai iklim terhadap sirkulasi laut dan pergerakan sedimen; mereka tidak tahu pernah apakah badai bisa menghancurkan organisme hidup dan ekologi nya di laut dalam?

Sebagian dari masalahnya adalah kurangnya pengamatan khusus, sehingga muncul ledekan “Manusia tahu lebih banyak tentang bulan daripada lautan di bumi”, ledekan itu lucunya masih sangat akurat. Kesulitannya terletak pada pendanaan yang kurang. Tidak pernah ada yang mau berinvestasi membangun suatu kapal selam yang bisa hadapi kondisi tekanan ambien yang agak keras yang meningkat sebesar 1 Bar (satu “atmosfer”) setiap 10 m, atau bertahan dari kandungan garam tinggi.

Mereka yang melakukan pengamatan lautan secaara tidak langsung juga akan kesulitan, karena luasnya lautan yang membutuhkan perencanaan yang matang sebelum mereka melaut dan memainkan jangka, serta melakukan pengukuran lain. Ilmuwan yang bekerja dari anjungan tidak stabil seperti kapal sulit sekali mengukur gelombang acak tersebut, sementara papan sirkuit alat elektronik modern tidak tahan terhadap salinitas air laut. Andalannya saat ini jelas, pengamatan satelit yang memberi tahu kita banyak al tentang permukaan dekat laut, tetapi satelit tidak banyak memberitahu tentang perihal interior laut.

Lautan memang kelihatannya luas dan tidak diketahui, tetapi meskipun peneliti berupaya mengungkap semuanya, peneliti tidak sepenuhnya mendapatkan umpan balik dari masyarakat, atau diindahkan hasil penelitiannya, yang hanya menghadirkan berbagai dampak buruk. Ada kecenderungan juga ke arah konsensus umum bahwa lautan itu rentan, jadi jangan di utak atik. Padahal lautan rentan karena ulah manusia, mereka mempolusi laut, dalam perilaku langsung seperti pembuangan plastik dan penangkapan ikan yang berlebihan atau dalam perilaku tidak langsung seperti pemanasan global, lautan kemungkinan juga rentan terhadap hal-hal yang tidak diketahui seperti keruntuhan lapisan es dan ekstraksi energi (pasang-surut) manusia.

Pengetahuan yang lebih baik tentang mengatur proses oseanografi fisik pada akhirnya memang diperlukan dan wajib disebarkan untuk membantah prasangka dan hoax terhadap lautan terus-menerus.

Penelitian tentang menyelamatkan lautan sendiri tidaklah popular. Sehingga para ahli kelautan berakhir di balik meja kerja perusahaan eksploitasi laut. Mereka digunakan oleh perusahaan agenbola108.cc, energi, minyak, atau berkerja sebagai ahli klasifikasi biota dan ikan di departemen portofolio yang mengurus laut. Pendeknya, kecenderungan ilmu fisika kelautan yang ada lebih melayani kepentingan industri, dibandingkan kepentingan ilmu untuk mengungkap rahasia-rahasia yang ada pada lautan.