Sejarah Eksplorasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Terhadap Laut Dalam – Masalah kelautan, adalah masalah tentang bagaimana membuat laut sebagai sungai lain yang harus diseberangi manusia. Akan halnya, walau bisa diseberangi bagaikan sungai, laut bukanlah sungai. Ada sisi lain dari samudera di mana sebagian dari kita tidak pernah mencapainya, melaluinya, karena tidak yakin akan rasa aman. Belum masalah laut dalam, bahkan laut dalam yang dekat dengan daratan, dan selalu ramai dilewati kapal-kapal manusia.

Sulit untuk mengeksplorasi kedalaman laut dalam ini karena suasana nya gelap selamanya, sudah pula gelap juga sangat dingin (antara 0 derajat C dan 3 derajat C di bawah 3.000 meter). Sudah pula dingin, juga memiliki tekanan yang bisa menghancurkan tubuh manusia, di bawah tekanan tinggi (15750 psi atau lebih dari 1.000 kali lebih tinggi dari tekanan atmosfer standar di permukaan laut).

Akan halnya, dari zaman batu hingga akhir abad ke-19, orang-orang percaya bahwa laut dalam adalah gurun yang tak bernyawa. Sementara Ilmuwan modern mengenali laut dalam sebagai habitat terbesar di planet ini. Bagi para insinyur lain, lagi, laut dalam adalah potensi, sehingg mereka membuat alat khusus yang dikembangkan untuk menjelajahi lingkungan yang dingin, gelap, dan bertekanan tinggi

Eksplorasi laut dalam adalah upaya multi-disiplin yang mencakup oseanografi, biologi, geografi, arkeologi, dan teknik. Dari sini kita bisa pelajari upaya mengetahui laut dalam sepanjang sejarahnya.

– 1521: Ferdinand Magellan berupaya mengukur kedalaman Samudra Pasifik. Dia menggunakan garis tertimbang 2.400 kaki, sayang dia tidak pernah menyentuh bagian bawah.

– 1818: Sir John Ross menangkap cacing dan ubur-ubur pada kedalaman sekitar 2.000 meter, dia pertama kalinya membuktikan ada kehidupan di laut dalam.

– 1842: Meskipun Ross menemukan adanya kehidupan itu, Edward Forbes mengusulkan Teori Abyssus, yang menyatakan keanekaragaman hayati tidak dapat ada lebih dalam dari 550 meter.

– 1850: Michael Sars membantah Teori Abyssus dengan menemukan ekosistem yang kaya sedalam 800 meter.

– 1872-1876: HMS Challenger, dipimpin oleh Charles Wyville Thomson, melakukan ekspedisi eksplorasi laut dalam pertama. Tim Challenger menemukan banyak spesies baru yang berdaptasi secara unik di dasar laut.

– 1930: William Beebe dan Otis Barton menjadi manusia pertama yang mengunjungi laut dalam. Dalam kapal selam baja, mereka mengamati udang dan ubur-ubur.

– 1934: Otis Barton mencetak rekor penyelaman manusia baru, mencapai 1.370 meter.

– 1956: Jacques-Yves Cousteu dan timnya di atas kapal Calypso merilis film dokumenter panjang berwarna pertama, Le Monde du silence (The Silent World), menunjukkan kepada dunia, akan keindahan dan kehidupan laut dalam.

– 1960: Jacques Piccard dan Don Walsh, dengan kapal laut dalam Trieste, turun ke dasar Challenger Deep di Palung Mariana (10.740 meter / 6,67 mil). Mereka mengamati ikan dan organisme lain.

– 1977: Ekosistem di sekitar lubang hidrotermal ditemukan. Ekosistem ini menggunakan energi kimia, bukan energi matahari.

– 1995: Data radar satelit Geosat dideklasifikasi, memungkinkan pemetaan global dasar laut.

– 2012: James Cameron, dengan kapal Deepsea Challenger, menyelesaikan penyelaman solo pertama ke bagian bawah Deep Challenger.

Ilmu modern memperluas pengetahuan kita tentang geografi dan keanekaragaman hayati laut dalam. Selanjutnya kendaraan eksplorasi Nautilus dan Okeanus terus menemukan spesies baru, mengungkap efek manusia pada lingkungan laut dalam, dan menjelajahi bangkai kapal dan artefak jauh di bawah permukaan laut. Sementara itu Program Pengeboran Samudra Terpadu (IODP) Chikyu menganalisis sedimen dan kerak bumi. Jika anda kurang paham atau ingin tahu Program Pengeboran Samudra Terpadu apa saja, anda bisa mengaksesnya melalui situs https://kongbet.net untuk mengetahui segala informasi tentang IODP.

Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian Proyek dan Teknologi Teknologi

Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan

Tantangan Besar dalam Ilmu Fisika Kelautan – Fisika Kelautan adalah cabang ilmiah yang relatif muda, dibandingkan dengan biologi kelautan atau disiplin oseanografi lainnya, apalagi dengan sebagian besar disiplin ilmu fisika. Namun, karena pentingnya ilmu ini bagi landas perikanan dan perdagangan, bagaimanapun, ilmu fisika kelautan telah membantu ilmu navigasi serta pengetahuan tentang arus dan gelombang yang telah dipaparkan selama berabad-abad. Di masa depan tentunya ada beberapa tantangan dari perkembangan ilmu ini, karena bagaimanapun kita masih belum ke mana-mana.

– Masalah Saat Ini
Lingkungan fisik dan variasi dalam proses pemerintahan suatu kontinen memiliki dampak langsung pada kehidupan laut, ekonomi, atmosfer, dan ilmu iklim. Kelak hal tersebut akan terkait juga dengan masalah dinamika fluida dan semua disiplin ilmu oseanografi umum. Ini jelas tantangan, bahkan perlu dijawab karena pengetahuan kita saat ini, terutama dalam masalah lautan dalam, masih kurang. Ahli kelautan fisik memiliki kesulitan dalam menempatkan angka pada fluks vertikal bahan (mis., Nutrisi) ke dalam zona fotografis; mereka tidak dapat secara tepat memprediksi efek dari berbagai iklim terhadap sirkulasi laut dan pergerakan sedimen; mereka tidak tahu pernah apakah badai bisa menghancurkan organisme hidup dan ekologi nya di laut dalam?

Sebagian dari masalahnya adalah kurangnya pengamatan khusus, sehingga muncul ledekan “Manusia tahu lebih banyak tentang bulan daripada lautan di bumi”, ledekan itu lucunya masih sangat akurat. Kesulitannya terletak pada pendanaan yang kurang. Tidak pernah ada yang mau berinvestasi membangun suatu kapal selam yang bisa hadapi kondisi tekanan ambien yang agak keras yang meningkat sebesar 1 Bar (satu “atmosfer”) setiap 10 m, atau bertahan dari kandungan garam tinggi.

Mereka yang melakukan pengamatan lautan secaara tidak langsung juga akan kesulitan, karena luasnya lautan yang membutuhkan perencanaan yang matang sebelum mereka melaut dan memainkan jangka, serta melakukan pengukuran lain. Ilmuwan yang bekerja dari anjungan tidak stabil seperti kapal sulit sekali mengukur gelombang acak tersebut, sementara papan sirkuit alat elektronik modern tidak tahan terhadap salinitas air laut. Andalannya saat ini jelas, pengamatan satelit yang memberi tahu kita banyak al tentang permukaan dekat laut, tetapi satelit tidak banyak memberitahu tentang perihal interior laut.

Lautan memang kelihatannya luas dan tidak diketahui, tetapi meskipun peneliti berupaya mengungkap semuanya, peneliti tidak sepenuhnya mendapatkan umpan balik dari masyarakat, atau diindahkan hasil penelitiannya, yang hanya menghadirkan berbagai dampak buruk. Ada kecenderungan juga ke arah konsensus umum bahwa lautan itu rentan, jadi jangan di utak atik. Padahal lautan rentan karena ulah manusia, mereka mempolusi laut, dalam perilaku langsung seperti pembuangan plastik dan penangkapan ikan yang berlebihan atau dalam perilaku tidak langsung seperti pemanasan global, lautan kemungkinan juga rentan terhadap hal-hal yang tidak diketahui seperti keruntuhan lapisan es dan ekstraksi energi (pasang-surut) manusia.

Pengetahuan yang lebih baik tentang mengatur proses oseanografi fisik pada akhirnya memang diperlukan dan wajib disebarkan untuk membantah prasangka dan hoax terhadap lautan terus-menerus.

Penelitian tentang menyelamatkan lautan sendiri tidaklah popular. Sehingga para ahli kelautan berakhir di balik meja kerja perusahaan eksploitasi laut. Mereka digunakan oleh perusahaan agenbola108.cc, energi, minyak, atau berkerja sebagai ahli klasifikasi biota dan ikan di departemen portofolio yang mengurus laut. Pendeknya, kecenderungan ilmu fisika kelautan yang ada lebih melayani kepentingan industri, dibandingkan kepentingan ilmu untuk mengungkap rahasia-rahasia yang ada pada lautan.

Tidak Ada Ilmu dan Pengetahuan Yang Mampu Jelaskan Luasnya Isi Laut
Artikel Berita Informasi Laut

Tidak Ada Ilmu dan Pengetahuan Yang Mampu Jelaskan Luasnya Isi Laut

Tidak Ada Ilmu dan Pengetahuan Yang Mampu Jelaskan Luasnya Isi Laut – Saat kapal kapal melanjutkan pencarian Malaysia Airlines MH370 yang hilang di kedalaman Samudra Hindia beberapa tahun lalu, kita sering mendengar bahwa sejatinya “95% lautan belum pernah dijelajahi” atau bahwa kita lebih banyak tahu permukaan Bulan atau Mars daripada permukaan laut. Tetapi benarkah pernyataan itu? Lalu apa yang sebenarnya kita maksud dengan “Dijelajahi”?

Sejatinya, seluruh dasar lautan sekarang telah dipetakan dalam resolusi maksimum sekitar 5 km, yang berarti kita dapat melihat sebagian besar fitur lebih dari 5 km dalam peta itu. Itulah resolusi peta global baru dasar laut yang diterbitkan baru-baru ini oleh David Sandwell dari Scripps Institute of Oceanography di San Diego dan rekannya, yang menggunakan beberapa trik bagus dengan satelit untuk memperkirakan lanskap dasar laut dan bahkan mengungkap beberapa fitur Bumi, misalkan kerak yang mengintai di bawah sedimen dasar laut.

Cara ini tidak seperti memetakan daratan, ada bedanya, tidak sepert daratan, kita tidak bisa mengukur lanskap dasar laut langsung dari satelit menggunakan radar, karena air laut menghalangi gelombang radio. Tetapi satelit dapat menggunakan radar untuk mengukur ketinggian permukaan laut dengan sangat akurat. Dan jika ada pengukuran yang cukup untuk mengurangi efek gelombang dan pasang surut, satelit bahkan bisa mengukur benjolan dan kemiringan di permukaan laut yang dihasilkan dari lanskap dasar dasar laut.

Di mana ada gunung bawah laut yang besar atau punggungan, misalnya, peningkatan gravitasi lokal kecil yang dihasilkan dari massanya menarik air laut ke dalam sedikit gundukan di atasnya. Jika ada parit laut, gravitasi lokal yang lebih lemah menghasilkan penurunan komparatif di permukaan laut. Membaca benjolan dan kemiringan di permukaan laut adalah prestasi luar biasa dari pengukuran presisi, yang melibatkan laser untuk melacak lintasan satelit pengukur dan tambahan sedikit perhitungan matematis untuk memproses data.

Peta baru menggunakan data dari satelit Cryosat-2 dan Jason-1 yang menunjukkan fitur yang tidak terlihat di peta sebelumnya, yang menggunakan data dari satelit yang lebih tua. Peta global dasar lautan sebelumnya, dibuat dengan menggunakan teknik yang sama dan diterbitkan pada tahun 1997, memiliki resolusi sekitar 20 km.

Saat ini, iptek telah berupaya memetakan lautan dengan resolusi lebih dekat lagi, sekitar 5 km. Dari situ, kita bisa melihat fitur-fitur utama dari bentang alamnya yang tersembunyi, seperti punggungan di tengah samudera dan parit samudera, dalam hal itu, dasar samudra tentu bukan “95% belum dijelajahi”. Tetapi peta global dari dasar samudra itu diakui kurang detail daripada peta Mars, Bulan, atau Venus, karena tudungan air laut pada planet.

Pesawat ruang angkasa NASA Magellan memetakan 98% permukaan Venus dengan resolusi sekitar 100 meter. Di mana seluruh permukaan Mars juga telah dipetakan pada resolusi itu dan lebih dari 60% dari Planet Merah kini telah dipetakan pada resolusi sekitar 20m. Sementara itu, selenografer telah memetakan semua permukaan bulan pada resolusi sekitar 100 meter dan sekarang bahkan pada resolusi tujuh meter.

Untuk memetakan dasar laut lebih rinci, para ahli harus menggunakan sonar, dan bukan satelit. Sistem sonar modern di atas kapal dapat memetakan dasar samudra hingga resolusi sekitar 100 meter melintasi jalur sempit di bawah kapal. Peta-peta lebih rinci itu sekarang mencakup sekitar 10% -15% dari lautan, kira-kira seukuran Afrika, masih kuranglah.

Pengembangan Potensi Laut dengan Ilmu dan Teknologi Kelautan
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian Teknologi

Pengembangan Potensi Laut dengan Ilmu dan Teknologi Kelautan

Pengembangan Potensi Laut dengan Ilmu dan Teknologi Kelautan. – Potensi Laut di negara Indonesia sangat besar sehingga perlunya cara yang benar untuk mengembangkan potensi laut Indonesia. Ini karena negara indonesia yang rata-rata wilayahnya adalah perairan atau laut atau sering disebut juga sebagai negara maritim. Hal tersebut membuat potensi kemaritiman negara Indonesia sangat besar untuk dikembangkan serta untuk mendapatkan devisa bagi negara ini. Dengan adanya pemanfaatan ini diharapkan Indonesia dapat menjadi negara maju sehingga bisa bersaing dengan negara lain. Untuk itu perlu adanya regulasi untuk mengatur tentang pencemaran yang diakibatkan pengekplorasian laut Indonesia secara besara besaran. Akibat dari kendala-kendala tersebut maka implementasi Rencana Pembangunan Jangka Mencegah (RPJM) harus semakin dipertajam dan samakin ditingkatkan hingga pembangunan tersebut bermanfaat juga bagiasyarakat yang tinggal disekitar pesisir pantai. Tidak hanya itu pembangunan jalan yang ditempuh jika ingin pergi ke pantai juga harus diperhatikan. Dapat dilihat bahwa masih banyak sekali jalan menuju pantai yang belum teraspal. Untuk itu ini harus sangat diperhatikan oleh pemerintah.

Saat ini masalah yang sedang dihadapi oleh kemaritiman negara Indonesia adalah masalah tentang pencurian ikan. Pencurian ikan yang terjadi bahkan telah merajalela di laut Indonesia sehingga membuat negara Indonesia dirugikan karena adanya hal tersebut. Ini juga membuat negara Indonesia menjadi semakin kehilangan potensi kekayaan di bidang perikanan. Maraknya pencurian kemudian mendorong berkembangnya teknologi sensor pembatas wilayah laut. Biasanya sensor ini dipasang di batas wilayah laut teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia. Alat ini dapat membantu pengamanan wilayah laut di negara Indonesia. Perkembangan yang dapat mendukung wilayah kelautan di Indonesia akan membuat potensi laut dan teknologi ilmu kelautan di Indonesia akan semakin berkembang, sehingga dapat memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia di bidang kelautan.

Pengawasan terumbu karang dan ekosistem laut yang lain sangatlah bermanfaat bagi perkembangan teknologi pengembangan biota laut lainnya. Sehingga tercipta kesinambungan saling menguntungkan antara kedua belah pihak, yaitu antara manusia dan biota laut. Pemanfaatan pengekplorasian teknologi kelautan tersebut dapat diawasi dengan cara melakukan pemeriksaan secara ketat dan dapat membuat pengekploistasian laut dan biota laut seperti terumbu karang dapat dicegah. Perkembangan teknologi seperti handphone atau smartphone dapat menunjang pengefektifan sosialisasi peraturan ini semakin mudah sehingga terciptanya kelestarian biota laut.

Contoh pengembangan potensi Teknologi dan Ilmu kelautan

  1. Pembangunan Pelabuhan yang Ramah Lingkungan.
    Pelabuhan adalah bagian terpenting untuk transportasi wilayah kemaritiman. Karena banyaknya kapal-kapal yang bersandar di wilayah pantai maka dibutuhkan sebuah pelabuhan untuk menyandarkan kapal-kapal tersebut. Pelabuhan kapal tersebut dalam pembanggunannya juga harus memperhatikan kelangsungan biota laut dan makhluk hidup lainnya. Caranya adalah dengan menggunakan bahan yang tidak membuat kehidupan ikan terganggu.
  2. Pembanggunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tanpa menggangu habitat Makhluk hidup disekitarnya.
    Hal tersebut sudah terealisasikan di Indonesia salah satu PLTU terbesar di Indonesia adalah PLTU yang terdapat di wilayah Jawa bagian Timur. Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang terkenal ini, dikenal dengan nama PLTU Paiton. Pemanfaatan air laut di PLTU tersebut bahkan sama sekali tidak menganggu habitat makhluk hidup disekitarnya. Karena hal tersebut PLTU ini sangatlah terkenal di Indonesia dan PLTU paiton disebut sebagai PLTU paling aman dan ramah lingkungan.
Terumbu Karang! Sejuta Keindahan dan Sejuta Ketakutan
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian

Terumbu Karang! Sejuta Keindahan dan Sejuta Ketakutan

Selama jutaan tahun, laut menjadi saksi proses ovolusi semua makhluk yang ada didalamnya. Mulai dari ikan-ikan hingga terumbuk karang yang menghiasi laut. Sejak jutaan tahun lalu, laut menjadi empat yang misterius dimana makhluk hidup beradaptasi dengan lingkungannya dan adaptasi tersebut membentuk makhluk hidup menjadi berbeda satu sama lain sesaui lingkungan tempat mereka tinggali. Hal ini juga berlaku pada terumbu karang. Terumbu karang, banyak ditemukan jenis ikan yang tidak tampak seperti ikan. Bahkan beberapa ikan tersebut mengembangkan beberapa bagian tubuhnya dengan tujuan yang berbeda sesuai dengan lingkungan hidupnya. Bahkan banyak diantar mereka yang mampu mengembangkan racun sebagai bentuk perlindungan diri dari pemangsa. Beberapa racun tersebut juga merupakan racum mematikan yang mampu membunuh manusia sekalipun.

Mayoritas ikan yang hidup di terumbu karang memiliki kemampuan untuk berkamuflase atau penyamaran dengan menggunakan terumbu karang dan koral yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, saat anda menyelam akan lebih bijak bila anda berhati-hati apabila ingin melangkahkan kaki diantara terumbu karang atau bebatuan yang ada dlaut karena kita tidak tahu apakah enar hanya batu atau terdapat ikan beracun yang sedang menyamar. Terkadang seorang penyelam secara sengaja atau tidak sengaja menyentuh terumbu karang atau koral yang dianggapnya indah, namun ternyata itu bukan koral atau terumbu karang melainkan makhluk air yang sedang berkamuflase. Salah satu makhluk laut unik yang telah mengembangkan beberapa bagian tubuhnya dengan racun adalah ikan buntal. Kita mengenal ikan bunta sebagai makanan yang biasa dimakan oleh orang Jepang untuk dijadikan olahan sashimi, namun sebenarnya ikan buntal memiliki racun yang mematikan apabila tidak jeli dalam membersihkan racun ikan tersebut. Ikan buntal memiliki kemampuan untuk melindungi diri dengan cara yang unik, yaitu dengan menggembungkan tubuhnya seperti balon apabila sedang terancam oleh pemangsa. Dengan menggembungkan tubuhnya, maka akan mengeluarkan duri-duri tajam yang ada pada sekujur tubuh ikan buntal dan membuat pemangsanya sulit untuk memangsanya.

Menurut penelitian dari, setiap duri dari ikan buntal terdapat racun yang mematikan dan bukan hanya ikan buntal saja yang memiliki duri dan racun mematikan pada tubuhnya, ikan kalajengking jamur atau mushroom scorpionfish juga memiliki duri yang tajam dan racun yang dapat menyebabkan rasa nyeri saat terkena racunnya bahkan dapat menimbulkan kematian apabila yang terkena racun memiliki alergi. Bentuk ikan tersebut terbilang aneh dan tidak beraturan, sehingga sangat mendukung mereka dalam penyamaran pada terumbu karang. Meskipun pada terumbu karang hidup berbagai makhluk laut yang unik dan mematikan namun tidak mengurangi rasa indah terumbu karang dan juga makhluk laut lainnya yang tidak berbahaya dan unik. Salah satu contohnya adalah kuda laut. Bentuk kuda laut memang tidak seperti ikan, namun mereka makhluk pemalu yang biasanya hidup diantara terumbu karang. Ukuran dan warna tubuh mereka bermacam-macam.

Simbiosis Coral dan Anemon Dengan Makhluk Laut Lainnya
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut Pelestarian

Simbiosis Coral dan Anemon Dengan Makhluk Laut Lainnya

Coral dan anemon memang menjadikan laut bukan hanya tempat luas yang berisi air dan makhluk laut saja, namun dengan adanya coral dan anemon menjadikan laut lebih indah dan lebih berwarna. Banyak orang mengira bahwa coral dan anemon adalah tumbuhan, namun sebenarnya mereka adalah hewan purba yang masuk dalam filum cnidaria sama seperti ubur-ubur. Karakteristik hewan yang masuk dalam filum cnidarian adalah memiliki tubuh yang simetris, biasanya memiliki tentakel penyengat dan mulut pusat. Coral merupakan penyusun terumbu karang yang terdiri dari susunan hewan kecil yang berkoloni. Hean kecil tersebut saling berkoloni satu sama lain dan membentuk cangkang yang menghasilkan kalsium dan terkumpul dalam waktu ribuan tahun sehingga membentuk bangunan hidup yang biasa anda sebut sebagai terumbu karang. Mayoritas filum cnidarian hidup berkoloni dan tidak dapat dipisahkan, namun ada juga yang hidup bebas seperti ubur-ubur. Anemon terkenal dengan sifatnya yang bersimbiosis dengan ikan badut. Mereka akan saling bersimbiosis yang menguntungkan satu sama lain.

Sebagai contoh, anemon menyediakan tempat tinggal dan berlindung bagi ikan badut dan ikan badut akan menyediakan makanan bagi anemon. Ikan badut akan menangkal ikan kupu-kupu dan parasite yang senang mengincar anemon, dan juga membersihkan anemon dari pasir sebagai wujud simbiosis dari anemon dan ikan badut. Sedangkan anemon akan memberikan tempat perlindungan bagi ikan badut karena anemon memiliki sengatan pada setiap tentakelnya yang hanya bisa ditahan oleh ikan badut. Bukan hanya itu saja, kotoran dari ikan badut merupakan sumber nutrisi bagi anemon. Simbiosis dari kedua makhluk tersebut dapat dibilang simbiosis mutualisme, yaitu hubungan yang saling menguntungkan, tidak ada pihak yang akan dirugikan. Bukan hanya itu saja, gerakan yang dilakukan oleh ikan badut dapat membuka jalannya oksigen bagi anemon yang akan meningkatkan metabolism dan pertumbuhan anemon yang pada akhirnya akan lebih cepat dan tentunya akan menguntungkan ikan badut juga karena lokasi tempat persembunyiannya akan bertambah lebih luas. Coral memang terlihat seperti batu yang indah dengan warna yang melengkapinya, namun sebenarnya coral adalah sekumpulan hewan yang membentuk koloni. Seperti sudah dikatakan sebelumnya.

Dengan fakta bahwa coral merupakan hewan bukan tumbuhan, maka perlu makanan juga agar tetap hidup dan dapat berkembang lebih luas lagi. Coral juga merupakan tempat tinggal bagi makhluk laut teruta makhluk laut berukuran kecil yang dapat berlindung pada coral dari ancaman musuh. Banyak orang yang mengoleksi coral di akuarium mereka karena tahu bahwa coral bukan tanaman melainkan hewan yang berkoloni dan membentuk suatu kesatuan yang indah dengan warna-warna yang menarik. Sama halnya dengan makhluk laut lainnya, coral juga membutuhkan nutrisi sebagai penopang kehidupannya. Biasanya nutrisi makanannya bisa didapatkan melalui kotoran ikan yang bersembunyi pada badannya atau dari mikroba kecil lainnya.

Bagaimana Cara Lumba-Lumba Tidur?
Artikel Berita Blog Hewan Informasi Laut

Bagaimana Cara Lumba-Lumba Tidur?

Kehidupan makhluk laut memang beragam dan berbeda satu sama lain. Bukan hanya bentuk fisik mereka yang berbeda, pola kecerdasan dan komunikasi yang berbeda juga, tapi pola tidur atau istirahat mereka juga akan berbeda satu sama lain. meskipun mereka hidup dilaut, bukan berarti mereka akan terus berenang tanpa istirahat. Saat keadaan sudah aman, makhluk laut akan beristirahat di tempat yang aman juga. Berbeda dengan manusia dan makhluk darat yang memiliki waktu tertentu untuk beristirahat. Makhluk laut menunggu situasi aman agar bisa beristirahat karena apabila mereka tertidur asal, risiko untuk diserang akan semakin tinggi. Lumba-lumba merupakan mamalia laut yang bernapas menggunakan paruparu. Bila ikan bernapas menggunakan insang makan berbeda dengan lumba-lumba. Cara bernapas lumba-lumba sama dengan manusia, yaitu menggunakan paruparu. Mereka akan menghirup udara melalui lubang yang ada diatas kepala mereka pada saat melompat di permukaan air. Lubang tersebut akan tertutup pada saat lumba-lumba menyelam dan terbuka kembali saat lumba-lumba melompat.

Namun yang membedakan manusia dengan lumba-lumba adalah kesadaran bernapasnya. Apabila manusia bernapas tanpa sadar dan bebas kapan saja menghirup oksigen bahkan saat tertidur tetap akan bernapas dengan otomatis, berbeda dengan lumba-lumba. Menurut penelitian dari , lumba-lumba tidak bisa bernapas tanpa sadar dan mereka harus tetap sadar, mereka akan memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk mengambil oksigen kapan waktu untuk menyelam. Bahkan saat mereka beristirahat, mereka tidak bisa berisitirahat layaknya manusia, tidak akan tenang saat tertidur. Lumba-lumba tetap harus sadar bahwa mereka bernapas menggunakan paru-paru dan harus menuju kepermukaan untuk mengambil oksigen. Apabila mereka tidak memperhitungkannya, maka mereka akan mati kehabisan napas. Bernapas menggunakan paruparu membuat lumba-lumba harus menuju ke permukaan untuk menghirup oksigen dan menghembuskannya. Hal tersebutlah yang membuat lumba-lumba tidak bisa beristirahat dengan tenang layaknya makhluk laut lain. Meskipun tidak sepenuhnya tidur terlelap, lumba-lumba tetap bisa beristirahat dengan cara unik mereka, yaitu setengah dari otak lumba-lumba akan berisitirahat dan setengahnya lagi akan tetap aktif untuk memperhitungkan kapan harus mengambil oksigen.

Dengan satu sisi otak yang beristirahat, lumba-lumba akan tidur dengan satu mata tertutup. Sedangkan satu sisi otak yang lain akan aktif untuk menjaganya dan mengatur pernapasan. Bila manusia membutuhkan 8 jam untuk tidur yang sehat dan makhluk lain membutuhkan beberapa jam saja untuk istirahat, berbeda dengan lumba-lumba yang membutuhkan waktu singkat untuk berisitirahat. Hal ini juga dikarenakan mereka harus mengambil napas di permukaan air. Lumba-lumba akan tidur selama 4 sampai 60 detik pada satu sesi. Selain itu, lumba-lumba juga dapat terjaga dalam beberapa hari tanpa mengalami tanda-tanda fisik kurang tidur. Meskipun hanya tidur dalam waktu yang singkat sekali sesi, lumba-lumba juga dapat tidur dalam jangka waktu lama meskipun tidak terlalu lama pada saat keadaan sekitar aman. Mereka akan memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat dengan memilih lokasi yang dekat dengan permukaan laut agar memudahkan mereka untuk mengambil napas.

Hiu Putih Besar! Predator Terganas di Laut
Artikel Hewan Informasi Laut

Hiu Putih Besar! Predator Terganas di Laut

70% isi dari bumi ini merupakan lautan yang tidak terkira luasnya dan tidak terkira kedalamannya. Meskipun saat ini sudah bnayak teknologi yang dapat digunakan untuk memepelajari laut, tetap saja hanya beberapa persen dari 70% tersebut. laut tetap menjadi tempat yang misterius dan menyimpan banyak misteri yang tidak biasa. Laut juga merupakan tempat tinggal banyak makhluk air yang beragam dan berbeda dari tingkat kedalaman yang ada pada laut. Bentuk makhluk laut yang menghuni pada setiap kedalaman juga memiliki bentuk yang berbeda dan memiliki keunikan tersendiri. Pada kedalaman tertentu yang mencapai 2000 meter lebih, dimana cahaya matahari tidak akan mencapai tempat tersebut pada tingkat kedalaman seperti itu, anda akan menemukan berbagai makhluk yang tidak memiliki penglihatan namun sebaliknya indra pendengaran dan penciumannya akan berkembang lebih karena menyesuaikan dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Selain itu, banyak juga makhluk yang memiliki lentera atau pencahayaan diatas kepala mereka atau anggota tubuh lainnya yang digunakan untuk menarik mangsa atau makhluk lain agar mendekat kepadanya kemudian dimangsanya. Hal tersebut menjadi salah satu cara bertahan hidup pada lingkungan yang gelap. Mereka yang lemah maka akan menjadi mangsa bagi para predator. Bukan hanya makhluk predator yang hidup pada kedalaman saja, bahkan di kedalaman yang biasa manusia salami untuk berenang dan menyelam juga terdapat predator berbahaya yang dapat mengincar nyawa anda. Seperti hiu putih besar yang hidup hampir disemua lautan di dunia ini. Hiu putih besar merupakan predator paling besar dan paling berbahaya yang pernah hidup dilaut. Bahkan hiu putih dapat muncul pada perairan laut dangkal untuk mencari mangsa. Banyak kasus pelaporan terhadap penyerangan hiu putih kepada para penyelam dan peselancar. Namun pada dasarnya, hiu putih tidak memakan daging manusia, melainkan mereka hanya penasaran terhadap manusia dan mengira para penyelam atau peselancar tersebut merupakan anjing laut atau singa laut yang merupakan makanan mereka. Hiu putih merupakan perenang yang cepat meskipun berukuran 4.6 meter sampai 6 meter.

Dengan ekor yang kuat, mampu mendorong meluncur kedalam air dengan kecepatan kurang lebih 60 km/jam. Selain itu, hiu putih besar memiliki susunan gigi yang terdiri satu set 300 gigi tajam dengan gigi yang berbentuk segitiga yang teratur dalam 7 barisan. Hiu putih besar merupakan predator ganas yang memiliki indra penciuman tajam. Dengan indra penciuman tersebut, seekor hiu putih besar dapat mencium kawanan anjing laut dalam jarak 2 mil jauhnya dan dapat mencium bau setetes darah yang menetes pada 100 liter air laut. Saat masih berusia bayi, hiu putih besar akan memakan ikan berukuran kecil dan sedang dan juga ikan pari, namun saat mereka menjadi besar, hiu putih akan memakan mamalia laut seperti anjing laut, singa laut, dan ikan paus kecil.